6 Cara Ampuh Agar Burung Walet Mau Bersarang Di Gedung Anda

Enam cara agar burung walet bersarang di gedung

Burung Walet Sedang Bersarang Di Gedung

Setelah kita memiliki gedung walet dan telah mengerti membangun gedung walet ada beberapa cara agar burung walet bersarang di gedung kita. Setidaknya ada 6 cara agar buurng walet mau bersarang di gedung yang telah Anda buat, yaitu cara pasif, aktif, superaktif, pengurungan, magic, dan aktif rekayasa.

Cara pasif
Cara ini dilakukan dengan tanpa pengetahuan atau dengan pemahaman yang sepotong-potong sehingga terkesan hanya asal-asalan. Ilmu yang diterapkan kurang memenuhi standar budi daya walet ataupun seriti.

Motivasi untuk memancing burung walet bersarang hanya setengah-setengah. Artinya, peternak tidak terlalu mengharapkan burung dapat memasuki gedung. Keberhasilan hanya didasarkan pada keberuntungan atau hoki. Padahal hoki akan datang bila syarat-syaratnya terpenuhi. Prosentase keberhasilan cara pasif ini jelas sangat rendah, sekitar 1%.

Cara aktif
Cara ini dilakukan dengan mempertimbangkan situasi mikrohabitat dan makrohabitat untuk walet seperti suhu dan kelembapan, cahaya, suara burung, dan makanan. Kondisi suhu dan kelembapan sudah diatur sedemikian rupa.Untuk budi daya walet, kondisi dalam gedung harus dingin-lembap dengan suhu 25°—28° C.

Sementara untuk budi daya seriti, kondisinya harus dingin-kering dengan suhu 27°—30° C. Pengaturan cahaya harus ditekan serendah mungkin, yaitu agak gelap sampai gelap. Faktor cahaya pada budi daya walet ini diistilahkan dengan penerangan oleh 1—2 cahaya lilin. Seriti cukup adaptif dengan cahaya, baik cahaya terang, remang-remang, ataupun agak gelap.

Selain memperhatikan kondisi gedung dan pencahayaan, untuk memanggil walet atau seriti juga dilakukan dengan menggunakan rekaman suara burung melalui tape recorder atau CD. Namun, keberhasilan pemanggilan burung dengan suara rekaman tersebut paling tidak hams memenuhi lima faktor berikut.

  1. Suara rekaman burung hams disesuaikan dengan populasi burung yang ada di sekitar gedung. Bila cukup banyak burung walet, sebaiknya digunakan rekaman suara bumng walet atau sebaliknya.
  2. Hasil rekaman harus bersih dan bening. Kaset rekaman suara burung yang dijual di toko sering berkualitas rendah. Itulah sebabnya sebagian orang memilih menggunakan CD karena kualitas suaranya benar-benar bersih dan bening.
  3. Pengeras suara sebaiknya menggunakan twiter agar suara yang dihasilkan seperti suara asli burung.
  4. Penempatan twiter harus tepat di dekat lubang masuk gedung. Untuk di dalam gedung, twiter dipasang di pojok gedung yang mudah didekati burung.
  5. Volume suara harus tepat, baik yang di dalam maupun ke luar gedung. Besar kecil volume suara dapat diatur dengan memperhatikan datangnya burung ke sumber suara.

Pada cara aktif ini pun dapat dilakukan dengan penyediaan makanan berupa serangga terbang. Serangga terbang dapat dihasilkan dengan cara menimbun gaplek (singkong kering) atau bekatul (dedak lembut dari sisa penggilingan padi) di dalam gedung waiet. Semakin banyak gaplek atau bekatul yang ditimbun maka semakin banyak serangga terbang yang dihasilkan.

Saat penimbunan tersebut, gaplek atau bekatul tidak boleh terkena air karena bukan serangga yang dihasilkan, melainkan terjadi bau menyengat. Bau menyengat justru tidak disukai burung. Selain bau, kondisi ini pun menyebabkan suhu dalam gedung menjadi panas dan gaplek atau bekatul hanya memproduksi binatang kecil seperti betatung (singgat. Jawa).

Cara superaktif
Cara superaktif ini pun tidak sedikit yang memilihnya walaupun memiliki tingkat kesulitan relatif tinggi. Oleh karena sulit, banyak juga yang gagal. Kesulitan pada cara ini disebabkan oleh keharusan seseorang untuk melalui dua tahapan kerja yang cukup rumit, yaitu penyuapan dan pelepasan.

Penyuapan piyik. Pekerjaan yang membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan kehati-hatian. Alasan yang mendasari cara superaktif ini adalah adanya anggapan bahwa walet atau seriti yang sejak kecil tinggal di dalam suatu gedung akan tetap kembali ke gedung tersebut walaupun sudah terbang meninggalkan gedung saat mencari makanan.

Cara dikurung
Berbagai cara sudah dilakukan banyak petemak yang gedung waletnya masih kosong walaupun sudah dibangun bertahun-tahun. Berbagai kursus sudah diikuti, sejumlah buku dan artikel sudah dibaca, serta advis teman yang berhasil pun sudah dicoba seperti merubah pintu masuk, melumuri dinding dengan kotoran walet, dan menyemprot sirip-sirip dengan telur bebek.

Walaupun cara-cara tersebut dilakukan dengan baik, namun tidak satu pun yang memberikan hasil. Tidak jarang akhirnya peternak menempuh cara yang tidak lazim, yaitu menjaring burung walet dan seriti dari lokasi persawahan. Burung tersebut kemudian dimasukkan dalam gedung kosong dengan tujuan walet bersarang. Agar burung tidak ke luar gedung, pintu masuk dan ventilasi ditutup dengan kawat kasa nyamuk. Cara ini diharapkan agar setelah dikurung beberapa lama, burung walet bersarang kembali ke gedung tersebut saat dilepaskan.

Kenyataan yang terjadi selama proses pengurungan adalah tidak sedikit burung mati di dalamnya. Walet dan seriti tidak dapat tahan hidup lama di dalam ruangan terkurung, sedikitnya hanya enam hari bisa bertahan. Ini disebabkan kedua jenis burung tersebut sulit makan walaupun di dalam gedung sudah tersedia banyak serangga terbang. Dengan pola makannya yang hanya menyambar menyebabkan walet dan seriti sulit makan dengan cara mematuk karena serangga banyak menempel pada dinding. Bila masih ada juga walet atau seriti yang hidup, burung tersebut dipastikan tidak akan kembali ke gedung tersebut saat dilepaskan.

Cara magic
Bila cara rasional sudah ditempuh dan tidak berhasil, sebagian petemak terkadang memakai cara irasional, yaitu dengan men-datangi dukun atau paranormal yang mengaku dapat memanggil burung dan memasukkannya dalam gedung. Penulis pernah ditawari seorang paranormal terkenal dari Pati, Jawa Tengah, yang mengaku sudah berulang kali memasukkan burung di dalam gedung kosong hingga bersarang.

Pendekatan supranatural yang dilakukan dukun atau paranormal adalah dengan menggunakan enam helai bulu sayap burung seriti atau walet. Setelah diberi mantra, bulu burung tersebut dipasangkan di sirip-sirip gedung. Konon, dengan cara magic ini burung akan tersedot ke dalam gedung. Tentang kebenarannya, tergantung pada setiap orang. Namun, yang jelas belakangan ini penulis mendapatkan informasi bahwa temyata paranormal tersebut memiliki gedung walet yang hingga sekarang masih tetap kosong.

Pengalaman lain ialah penulis pemah merenovasi gedung walet yang kosong hampir empat tahun. Di lantai gedung tersebut tertanam pring petuk. Pring petuk adalah potongan bambu berukuran sekitar 80 cm yang memiliki dua tunas saling berhadapan (petuk. Jawa). Pring petuk diyakini memiliki kekuatan magic, di antaranya dapat memanggil burung ke dalam gedung.

Konon, harga benda ini mencapai puluhan juta rupiah. Memang di dalam masyarakat yang selalu bersentuhan dengan dunia mistik, pring petuk sudah tidak asing lagi. Namun, dengan seijin pemilik gedung, pring petuk tersebut akhirnya dibuang. Lain lagi pengalaman dari Bapak H. Darmo, warga Desa Karyatani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung. Kepada penulis, ia mengaku sempat percaya dengan lempengan timah yang bertuliskan rajahan. Lempengan ini dipercaya dapat mengun-dang burung, tetapi temyata tidak demikian. Padahal harga ben¬da tersebut mencapai jutaan rupiah.

Cara aktif rekayasa
Cara ini merupakan hasil temuan penulis setelah melakukan eksperimen selama bertahun-tahun. Pada cara ini dilakukan dengan mehangkar burung seriti kembang. Dibanding dengan kelima cara terdahulu, cara ini terbukti lebih efektif dan masuk akal karena memiliki nilai lebih karena seriti kembang dapat dimanfaatkan sebagai induk angkat dan kaset hidup.

Demikialah 6 cara ampuh agar burung walet mau bersarang di gedung yang telah Anda buat. Semoga bermanfaat, terima kasih

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *