7 Penyebab Burung Walet Pindah Rumah

Kasus gedung kosong merupakan fenomena yang sering terjadi pada sebagian besar gedung walet. Gedung dapat saja kosong karena penghuninya tidak betah berada di dalamnya sehingga berpindah mencari lokasi lain karena tidak memperhatikan 7 syarat membuat rumah walet yang baik ini. Setidaknya ada juga 7 penyebab burung berpindah lokasi, yaitu sebagai berikut.

7 Sebab Burung Walet Pindah Rumah
Gedung walet penuh sarang
Kondisi gedung yang penuh sarang menyebabkan tidak ada lagi tempat bagi burung muda membangun sarangnya. Semua sirip sudah rapat berisi sarang. Tidak jarang sebagian burung terpaksa membangun sarang di dinding gedung dan sebagian lainnya memilih untuk mencari lokasi baru yang tidak jauh dari gedung asal.

Oleh karena tidak ingin populasi burung berpindah gedung, biasanya pemilik gedung mengantisipasinya dengan cara perluasan gedung. Diharapkan gedung yang semakin luas dapat menampung burung-burung muda yang mulai belajar membangun sarang.

Stres petik sarang
Koloni burung walet dapat berpindah ke lokasi lain karena cara petik sarang yang asal-asalan atau sembrono. Padahal, waktu pemetikan sarang harus selalu diperhatikan, yaitu saat burung walet keluar mencari makanan. Bila dilakukan saat burung walet masih berada di dalam gedung, kemungkinan besar burung walet akan stres, merasa terusik, dan merasa tidak aman. Akibatnya, burung dapat berpindah ke gedung lain yang dirasakannya lebih aman untuk berkembang biak.

Stres pencurian sarang
Kasus pencurian sarang burung walet bukan saja merugikan pemilik gedung, tetapi juga mengganggu mental burung walet. Pencurian sarang burung walet biasanya dilakukan malam hari dan semua pintu ditutup agar tidak diketahui dari luar gedung. Dalam aksinya pencuri akan mengambil sarang sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat sehingga burung akan terganggu dan beterbangan di dalam gedung.

Tidak jarang burung akan saling bertabrakan maupun terbentur dinding atau sirip sehingga banyak yang mati. Piyik yang ada di sarang pun dibuang begitu saja. Kejadian ini menjadikan burung walet stres. Bila kejadian ini dilakukan berulang-ulang, dapat saja burung berpindah lokasi.

Trauma binatang predator
Gedung burung walet yang kemasukan predator mungkin menyebabkan burung berpindah ke gedung lain. Beberapa jenis binatang predator antara lain tokek, tikus, kelelawar, elang, dan burung hantu. Tokek dan tikus merupakan predator di dalam gedung, sedangkan kelelawar, elang, dan burung hantu merupakan predator di luar gedung. Untuk itu, kehadiran predator di dalam maupun di sekitar gedung perlu diwaspadai.

Trauma air
Air dapat menjadi penyebab burung berpindah gedung. Faktor ini dapat disebabkan oleh dak bocor atau sirip berjamur. Gedung walet yang di atasnya dibuatkan kolam mengandung risiko walaupun sebenarnya bertujuan untuk menjadikan gedung sejuk. Namun, kalau terjadi keretakan, air akan membasahi sirip di bawahnya. Sirip yang basah membuat sarang burung terlepas karena liur walet menjadi lunak sehingga burung tidak bersarang di tempat tersebut. Bila kebocorannya merata di seluruh gedung, walet atau seriti akan berpindah ke lokasi lain.

Sirip dari papan yang belum kering (masih mengandung air) dapat berjamur. Selain itu, ruangan yang terlalu lembap (100%) pun dapat menyebabkan sirip berjamur. Terlebih lagi bila jarak lantai dengan sirip hanya sekitar dua meter. Untuk itu, sebaiknya sirip dibuat dari papan yang benar-benar kering. Sementara kelem-bapan untuk walet cukup 80-90% dan untuk seriti 60-70%.

Membungkus rumah burung
Membungkus rumah burung artinya membangun gedung yang di dalamnya terdapat rumah yang sudah ditempati seriti. Namun, kekeliruan membangun gedung akan berakibat burung terganggu dan berpindah ke gedung lain. Sudah banyak kasus terjadi, yaitu rumah yang semula sudah dihuni ratusan seriti, tetapi semua atau sebagian koloni burung akhirnya kabur setelah di-bangun gedung. Untuk itu, harus dicarikan tenaga ahli yang menguasai teknik membangun gedung walet dan membungkus rumah burung.

Faktor kurang makanan
Kekurangan makanan terutama di musim kemarau panjang dapat mendorong burung berpindah tempat. Ini terjadi karena un┬Čtuk memburu makanan, burung biasanya menempuh jarak cukup jauh seperti di hutan. Walaupun musim kemarau, di pepohonan hutan biasanya banyak tersedia serangga terbang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sangat dianjurkan untuk menyediakan sarana penghasil serangga terbang, baik di dalam maupun di luar gedung walet. Di luar gedung sebaiknya ditanami lamtoro, waru, jambu, mangga, dan belimbing. Sementara di dalam gedung disediakan gaplek atau bekatul setiap 3-4 bulan.

Baca Juga :
Proses Budidaya Burung Walet Dengan Cara Superaktif

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *