Untuk pemeriksaan dengan mikroskop elektron antibodi-antibodi ditandai dengan ferritin, peroksidasa, arau suatu radioisotop

Komponen terbanyak, C3, dipecah melalui jalan klasik (C1, 4, 2) yang dimulai oleh antibodi, atau melalui jalan alternatif (faktor pemula, properdin, faktor-faktor B dan D) yang dimulai tanpa antibodi oleh zat-zat seperti polisakarida kuman. Suatu hasil pecahan, C3a, bersifat kemotaktik bagi lekosit berinti polimorf dan meningkatkan permeabilitas vaskular melalui pelepasan histamin dari mastosit dan basofil. Hasil lainnya, C3b, terikat secara tidak khas pada permukaan antigen dan mempertinggi efisiensi ikatan pada polimorf (tertarik oleh C3a), sebab reseptor-reseptor C3b terdapat pada permukaan sel-sel fagosit ini. C3b menggiatkan pula C5 untuk melepaskan C5a (dengan sifat-sifat yang sama seperti C3a) dan menghasilkan C5b yang menggiatkan sisa urutan sampai C8 dan 9 sehingga berakibat kematian sel karena kerusakan selaput.

123Melalui efek-efek ini komplemen memainkan peranan penting dalam pertahanan terhadap infeksi. Komplemen juga berperan dalam reaksi-reaksi hipersensitivitas tertentu yang melibatkan kombinasi obat alami kencing manis kering antibodi dengan permukaan-permukaan (misalnya nefritis nefrotoksik) dan kompleks- kompleks imun (misalnya Farmer’s Lung, glomerulonefritis kronik). Kekurangan-kekurangan dalam komponegr-kompohen komplemen cenderung untuk menimbulkan LES. Seperti pada sistem pembekuan darah, penghambat-penghambar memegang peranan yang menentukan dan bila penghambat-penghambat ini cacat maka hasilnya dapat berupa suatu penyakit misalnva udema angioneurotik herediter (penghambat C1) atau infeksi yang berulang-ulang (inaktivator C3b). Antigen dengan aktivitas biologik, misalnya hormon-hormon seperti gonadotropin korion manusia, mungkin dapat dinetralisasi in vivo oleh antibodi.

Hipersensivitas

Bila seseorang telah mendapat suntikan imunisasi arau relah menjadi peka, kontak selanjutnya dengan antigen tidak hanya dapat merangsang peningkatan reaksi kekebalan tetapi juga dapat menimbulkan reaksi kerusakan jaringan. Kita menyebutnya sebagai reaksi hipersensitiaitas dan keadaan hipersensitivitas. Menurut Coombs dan Gell .ada 4 tipe hipersensitivitas pada mana dapat ditambahkan suatu tipe kelima yang mereka namakan ‘ stimularory’. Tipe I, II, III, dan V tergantung pada reaksi antara antigen dengan antibodi humoral dan cenderung untuk disebut reaksi tipe segera (immediate type reaction), walaupun beberapa tipe lebih cepat daripada tipe yang lain. Tipe IV melibatkan resepror-reseptor yang melskat pada permukaan limfosit, berhubung dengan lamanya proses, ini dulu digolongkan sebagai sensitivitas tipe lambat (delayed type sensitiaity).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *