Tindakan Lasegue dapat juga menghasilkan nyeri pada 30 derajat-60 derajat walau pun kasusnya bukan HNP

Nyeri yang dibangkitkan oleh tindakan Lasegue pada sudut kurang dari 6d akan terasa di artikulasio sakroiliaka pada artrim tis atau febrositis sakroiliatika. Pada kasus koksitisakan terasa didaerah sendi panggul dan mungkin dengan penjalaran nyeri sampai ke lutut. Tindakan percobaan sernacam tindakan Lasegue adalah tindakan Brudzinski I l. Reaksi terhadap tindakan Brudzinski I I dianggap positif, apabila tungkai kontralateral bergerak dan menekuk pada sendi panggul dan lutut pada waktu tungkai lainnya diangkat dalam keadaan lurus.

Brudzinski yang memperkenalkan tindakan yang mernbawa namanya, menganggap bahwa tindakan itu adalah positif apabila ada iritasi pada selaput otak. Tindakan lain yang khas untuk memeriksa adanya iritasi pada meningen ialah tindakan Kernig. Cara melakukan tindakan ini ialah sebagai berikut. Tungkai pasien digerakkan secara pasif pada sendi panggul dengan lutut tertekuk. Tanda Kernig adalah positif jikalau pasien merasa nyeri (disimpulkan dari reaksi pasien) waktu lututnya diluruskan setelah paha difleksikan pada sendi panggul.

Gejala lain yang dapat ditemukan dengan jalan menggerakkan anggota gerak pada berbagai persendian secara pasif ialah fonus otot. Apabila si pemeriksa menekuk dan meluruskan lengan atau tungkai pasien secara ber-ganti2 dan ber-ulang2, dapatlah dirasakan oleh si pemeriksa suatu tenaga yang agak menahan pergerakan pasif itu. Tenaga itu mencerminkan tonus otot. Apabila tenaga itu tidak dirasakan sama sekali, maka tonus otot adalah rendah. Jikalau tenaga itu terasa jelas, maka tonus otot adalah tinggi. Dalam kehidupan se-hari2 keadaan otot demikian dinamakan “kaku”. Apabila kekakuan otot pasien tidak berubah, melainkan tetap sama, pada tiap tahap pergerakan pasif, maka kekakuan itu dinamakan spastisitas.

Ada juga suatu kondisi di mana kekakuan otot tidak tetap akan tetapi bergelombang, yang berarti bahwa dalam melakukan fleksi dan ekstensi ekstremitas pasien,si pemeriksa dapat merasakan resistensi otot pasien yang mengurang dan meninggi secara berselingan dan ber-turut2. Kekakuan semacam itu dinamakan rigiditas. Resistensi otot yang selama melawan pergerakan pasif tidak berubah, menyerupai resistensi pipa timah jikalau ditekuk dan diluruskan secara ber-ganti2. Oleh sebab itu gejala spastisitas dinamakan fenomena “lead pipe”, sedangkan gejala rigiditas fenomena “cogwheel”.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *