Peranan Antibodi Humoral

Telah lama diketahui bahwa,sel-sel alogenik yang diisolasi seperti limfosit dapat dihancurkan Sleh reaksi-reaksi sitotoksik (tipe II) yang menyangkul antibSdi. Walaupun demikian,meskipun pengalaman sebelumnya pada pencangkokan kulit dan tumor-tumor prdat menyatakan bahwa mereka ini tidak siap menerima kerja sitotoksik antibodi-antibodi itu; sekarang jelaslah bahwa hal ini ternyata tidak berlaku untuk semua jenis transplantasi organ. Alograf ginjal dapat ditolak melalui bermacam-macam cara yang dapat disimpulkan sebagai berikut:

(a) Penolakan biperakut dalam beberapa menit setelah transplantasi, ditandai dengan pengendapan sel-sel darah merah dan mikrotrombi pada glomeruli, ini terjadi pada individu-individu yang telah mempunyai antibodi humoral – baik karena golongan darah yang tidak cocok atau karena prasensitisasi melalui tiansfusi darah.

(b) Penokkan dini dan ahut rcrjadisampai kira-kira 10 hari setelah transplantasi, ditandai oleh infiltrasi selular yang padat (Gambar 8.8) dan ‘ecahnya- pembuluh darah peritubuler dan tampaknya merupakan reaksi hipersensitivitas perantara sel yang menyangkut limfosit-limfosit-T.

(c) penolakan lambat dan akut, yang timbul setelah 11 hari pada penderita-penderita yang mendapat pengobatan dengan pridnison atau azathioprin (agaknya antibodi) dan komplemen pada arteriol-arteriol dan pembulu darah glomerular yang dapat dilihat dengan cara imunofluoresensi. Timbunan imunoglobulin pada dinding pembuluh darah dapat menyebabkan penggumpalan trombosit pada kapiler-kapiler glomerulus yang menyebabkan kegagalan ginjal akut (gambar 8.9). kemungkinan timbulnya kerusakan sel-sel yang tertutup antibodi karena sitotoksisitas perantaraan sel yang tergantung pada antibodi juga harus diperhitungkan.

(d) Penokkan kmbat dan tersetnbunyi, dihubungkan dengan timbunan subendotelial dari imunoglobulin dan C3 pada membrana basalis ginjal yang mungkin suatu kerika menjadi dasar kelainan kompleks imun (berdasarkan keperluan cangkokan) atau kemungkinan pembentukan kompleks dengan larutan antigen yang berasal dari ginjal yang dicangkokkan.

Kerja dan reaksi antara. sel dengan faktor-faktor humoral pada penolakan cangkokan adalah demikian kompleks dan usaha untuk menyirhpulkan mekanisme tersebut dirumuskan seperti pada Gambar 8.10. Dalam hal ini juga ternyata bahwa antibodi mungkin dapat melindungi suatu cangkokan dari kehancuran dan fenomena perbaikan penting ini akan diuraikan lebih lanjut di bawah ini.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *