Mengenal Jasad Renik Leishmaniasis Dan Toksoplasma

Cacing merangsang reaksi IgE yang kuat yang mungkin sekali penyebab serangan sitotoksik eosinofil. Schistosoma melindungi diri dengan clara menyamar seperti tuan rumah. Pendek kata, kekebalan-didapat kerjanya meningkatkan dan memperbesar mekanisme kekebalan-bawaan; interaksi ti diringkaskan sebagai Gambar 7.11. Kekebalan dapat diperoleh secara pasif, dari ibu atau dengan menginjeksikan antibodi; atau terinduksi secara aktif, baik oleh infeksi alami atau vaksinasi menggunakan organisme mari, organisme hidup yang sudah dilemahkan, atau dengan toksoid. Vaksin yang diberikan secara berkala menghasilkan obat diabet rangsangan yang lebih besar dan lebih tangguh dalam jaringan dari pada hanya dari infeksi alami.

Struktur Tubuh VirusGalur-galur virus yang sudah dlilemahkan kini diproduksi secara rekombinasi genetik. Efisiensi antigen yang sudah mati dapat ditingkatkan dengan bantuan adjuvan yang berperan sebagai anligel depot dan makrofaga aktif. Risiko komplikasi akibat vaksinasi ini harus pula dipertimbangkan. Keadaan imunodefisiensi-primer mempengaruhi sistem komplemennya, sel-sel fagositik atau sintesa antibodi mengarah pada infeksi oleh bakteri-bakteri piogenik. Anak-anak dengan defisiensi sel-T tidak boleh dikenai virus-virus yang masih “bertunas” (misalnya jenis virus cacar) dan fungi. Bila terdapat kesalahan dalam sel-sel tunas limfoid, akan terjadi imunodefisiensi gabungan yang parah. Dalam banyak hal, dimungkinkan dilakukannya terapi pengganti: Ig untuk sel-8, cangkokan timus untuk sel-T, dan sem-sum tulang (sel tunas) untuk imunodefisiensi gabungan yang parah. Defisienii ini dapat pula timbul secara sekunder akibat gizi buruk, infeksi virus dan lainnya, obat-obat sitotoksik, atau ketidakberesan limfoproliperatif.

Mereka dapat menerima cangkokan dari kedua orang tuanya; karena itu mereka dapat menerima antigen-anrigen baik oleh gen A ataupun gen B dan dengan demikian adalah dominan, yakni sel-sel yang membawa kedua jenis antigen transplantasi (Gambar 8.3) sebagaimana terlihat pada pemeriksaan imunofluoresensi. Dengan menyilangkan generasi F1, akan terlihat dari Gambar 8.3 bahwa 3 dari 4 generasi F2 dapat menerima cangkokan yang berasal dari orang tuanya. Dengan analisa tersebut memberikan hasil bahwa seandainya satu lokus rersebut diganti dengan serangkaian gen-gen alelik, akan didapatkan n lokus, dan hasil pembelahan generasi F2 yang akan mempunyai kemungkinan menerima cangkokan yang berasal dari orang ruanya adalah (32)”.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *