Apakah nutrisi rendah yang tak begitu berat bisa menyebabkan kerusakan kecerdasan seumur hidup ?

nutrisi-seimbangDi lain pihak, anak-anak Korea yang diangkat sebagai anak dan terpelihara baik semasa bayi mencatat angka dan berprestasi lebih baik dibanding dengan rata-rata anak di Amerika Serikat. Dengan demikian, mereka yang sebelumnya kurang gizi masih tertinggal di belakang mereka yang mempunyai lingkungan rumah yang lebih baik. Boleh dikata semua riset mengenai pengaruh kekurangan menu atas kecerdasan terpusat pada mereka yang menderia kurang gizi dalam hal protein dan kalori. Anak-anak yang pernah dimasukkan ke rumahsakit karena penyakit yang berat seperti marasmus atau kwasiorkor paling banyak dipelajari. Akan tetapi selain anak-anak yang sangat kurang gizi lebih banyak lagi yang menderita kekurangan menu kronis yang lebih lunak.

Jelas, nutrisi yang tak begitu rendah dan lingkungan sosial yang menyedihkan sama-sama akan menghambat prestasi intelektual seorang anak nantinya, akan tetapi relatif pentingnya belum bisa dipastikan. Akademi IImu pengetahuan Nasional A.S. telah menyatakan bahwa tiap studi yang menghubungkan “kesalahan nutrisi ringan dengan prestasi intelektual telah sering menemukan bahwa kesalahan nutrisi memang turut berperan, terlepas dari faktor-faktor yang ada hubungannya dengan status sosial. Namun, ini adalah suatu kesimpulan yang bersifat coba-coba, dan masih menantikan riset yang lebih sistematis guna mendapatkan konfirmasi. “Survei-survei mengenai perkembangan otak binatang mendukung pandangan ini.

Sejumlah percobaan telah mengungkapkan bahwa selaput otak tak cukup berkembang bahkan pada binatang-binatang yang mengidap nutrisi yang tak begitu rendah sekalipun di sepanjang saa-saat kritis dalam kehidupan awal. Perdebatan mengenai peranan yang sesungguhnya dari nutrisi rendah sewaktu masih kecil serta ketak-adilan sosial dalam menghambat kemampuan belajar mempunyai sifat akademis. Kedua kekuatan negatif ini boleh dikata selalu ada dan saling memperkuat. Tambahan pula, di samping kemungkinan yang dipunyainya buat merusak otak dan sistem saraf nutrisi rendah bisa menghambat perkembangan intelektual dengan secara tak langsung mempengaruhi pembentukan kepribadian. Nutrisi rendah memaksakan – dan bahkan menciptakan – kurangnya perangsang serta pengalaman, dan itu menghalangi perkembangan pribadi. Di samping bersifat apatis dan suka menyendiri, mereka yang kurang gizi juga cenderung untuk susah bergaul di tengah-tengah masyarakat.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *