kesehatan

Berdasarkan permintaan UNICEF, penelitian-penelitian menu di India tahun 1974 yang tidak diterbitkan

Mengungkapkan keadaan menu yang menyedihkan dari lebih dari sepertiga penduduk India. Sekitar 224 juta dari 600 juta penduduk India mengkonsumsi kurang dari tiga-perempat kalori yang mereka butuhkan, sementara lima puluh tiga juta di antaranya mengkonsumsi kurang dari separoh dari kebutuhan-kebutuhan energi minimum mereka setiap hari. Satu generasi sebelumnya, Tiongkok juga bergumul dengan obat tradisional untuk kencing manis nutrisi rendah serta kelaparan. Namun tak satu-pun dari ratusan peneliti, wartawan, dan dokter yang mengunjungi Tiongkok dalam tahun-tahun terakhir yang melaporkan adanya tanda-tanda klinis dari nutrisi rendah yang pernah menghancurkan kehidupan di Tiongkok.

makanan-rendah-kaloriTiongkok belum sampai menekan nutrisi rendah dengan menciptakan kenaikan nasionar yang besar dalam produksi makanan per kapita, akan tetapi ia berhasil dalam membagikan makanan secara lebih merata. Afrika belum lagi menghadapi gawatnya masalah kepadatan penduduk yang terlihat di sebagian Asia seperti pulau Jawa atau Bangladesh. Akan tetapi karena kemiskinan yang tak teratasi mempunyai sifat endemis karena teknik-teknik pertanian modern jarang digunakan, dan karena potensi dari daerah-daerah luas amat terbatas, nutrisi rendah cukup merata di sana. Musim kering yang panjang baru-baru ini di wilayah Sahelia, tepat di sebelah selatan Sahara, membuat dunia tiba-tiba tersadar akan ancaman berkala yang mengintai banyak penduduk Afrika. Namun, puluhan juta penduduk lainnya secara diam-diam bertarung dengan kekurangan-kekurangan pangan yang sifatnya kronis. Sekitar 30 persen dari anak-anak Afrika sub-Sahara, demikian menurut Organasasi Kesehatan Sedunia, tidak mendapatkan bahan-bahan nutrisi yang mereka butuhkan. Empat persen selebihnya menderita nutrisi rendah yang parah dan langsung mengancam hidup.

Rata-rata pendapatan perorangan di sebagian besar Amerika Latin jauh lebih tinggi daripada sebagian besar penduduk di Asia dan Afrika. Namun, kesenjangan-kesenjangan yang drastis dalam pendapatan serta dalam pembagian tanah peranian telah membuat nutrisi rendah meluas diantara si miskin. Menurut organisasi Kesehatan se Amerika (P.A.H.O), sekitar 10 hingga 30 persen dari anak-anak di sebagian besar negara-negara Amerika Latin setidak-tidaknya menderita nutrisi rendah yang ringan. Berbagai kekurangan nutrisi sangat umum di Brazilia lftara, Pegunungan Andes, sebagian Amerika Tengah dan Karibia, termasuk di tempat-tempat lain di mana eksploitasi ekonomis dan kemiskinan paling berat.

Mutasi lebih lanjut akan menyebabkan variasi-variasi dalam bagian pengenal substrat (antigen)

Limfosit-T yang menjadi matang di bawah pengaruh timus, menjadi perantara kekebalan selular dan limfosit-B yang menjadi matang dalam sumsum tulang mamalia (Bursa Fabrisius pada burung) menjadi sel pembentuk antibodi yang bertanggung jawab untuk kekebalan humoral. Sel-sel-T dan-B dikenal milalui pelbagai oertanda permukaan: sel-T manusia membentuk roset dengan iel darah merah domba dan sel-B memiliki Ig permukaan yang bekerja sebagai reseptor-reseptor untuk antigen. Antigen terdapat pada permukaan makrofaga untuk direaksikan dengan serta untuk merangsang limfosit yang peka antigen.

polaaPada respons, yang terganrung pada timus, terhadap hapten yang terikat pada pembawa imunogenik, sel-T yang bereaksi dengan pimbawa membantu sel-B agar dapat dirangsang oleh hapten sehingga membuat antibodi antihapten. Pada respons terhadap suatu protein yang khas, satu penentu menyerupai hapten dan penentu-penentu lainnya berlaku sebagai pembawa. Kombinasi antigen dengan reseptor Ig sel-B menimbulkan tanda (sinyal) yang menyebabkan sel-B bersifat toleran kecuali bila diaktifkan dengan tanda kedua yang dibuat oleh sel-T sebagai akibat rangsangan pembawa. Antigen yang sulit dicerna, linier, dan sangat polimer dapat merangsang sel-B pembuat IgM secara langsung tanpa bantuan sel-T dan dinamakan antigen yang tidak tergantung pada timus. Respons imun timbul paling efektif dalam susunan jaringan limfoid sekunder. Kelenjar getah bening menyaring dan memilih cairan getah bening yang mengalir dari jaringan tubuh, Iimpa menyaring darah, daerah sel-sel-B dan-T terpisah satu sama lain.

Struktur-struktur sel-B timbul pada korteks kelenjar getah bening, sebagai folikel primer atau folikel sekunder dengan pusat pembiakan, setelah rangsangan antigen; sel-sel-T mengisi daerah parakortikal; sel-sel plasma pembuat antibodi timbul dalam jaringan tengah yang menyerupai tali serta menembus rongga-rongga tengah yang dilapisi makrofaga. Jaringan limfoid yang menjaga saluran pencernaan tidak bersimpai dan memiliki suatu bentuk tertentu (tonsil, lempeng Peyer, usus buntu) atau berada dalam bentuk kumpulan jaringan selular difus dalam jaringan lamina propria. Sel-sel pembentuk antibodi dapat dikenal dertgan teknik imunofluoresensi atau teknik pembentukan plak (pkque), sel-sel peka antigen dikenal melalui pembentukan roset. Rantai peptida Ig dibuat sebagai suatu satuan tunggal dan dimulai pada ujung N-akhir. Pada mieloma, protein monoklon memperlihatkan suatu baris ‘M’ tipis pada kertas elektroforesa atau suatu ‘jendul’ pada busur presipitin pada imunoelektroforesa; dalam beberapa hal rantai-rantai panjang dengan bagian tengah yang hilang, dikeluarkan melalui air kemih. Respons antibodi IgM cepat mencapai puncak kemudian cepat menurun; kadar IgG kuantitatif lebih tinggi dan lebih lama bertahan. Beberapa kelas Ig terutama tergantung pada timus.

Timbulnya Respons pada Imun

sistemul-imunitarHemopoesa berasal dari kandung kuning telur tetapi dengan berlangsungnya embriogenesa, fungsi ini diambil alih oleli hati janin dan akhirnya oleh sumsum tulang untuk selaniutnya. Sel hemopoetik asdl yang menurunkan elemen-elemen terbentuk dari darah dan sel-sel sistem limforetikular (Gambar 3.30) rernyata bersifat multipoten, yaitu menghasilkan alat tubuh lain dan memperbarui diri dengan menghasilkan sel-sel asal yang baru. Sel-sel asal yang berpindah ke timus berdiferensiasi dalam suatu lingkungan kecil sel-sel epiteloid di mana sel-sel tersebut memperoleh pertanda-pertanda permukaan sel-T yang khas dan kemampuan untuk bereaksi dalam reaksi limfosit campuran (hal. 258), menjadi perantara sitotoksisitas pencangkokan ani^ra sesama jenis (hal. 200) dan menghasilkan hiperaktivitas pembawa-khusus; sel-sel peka kortison dengan kemampuan obat herbal alami untuk kencing manis fungsi penekan terdapat dalam korteks.

Percobaan-percobaan terdahulu-pada pemulihan sebagian kemampuan imun betina yang telah ditimektomi, melalui kehamilan, dianggap sebagai petunjuk bahwa suatu hasil timus yang dapat larut (berasal dari timus janin) bertanggung jawabl sekurang-kurangnya unruk sebagian, atas pengaruh kelenjar tersebut pada pematangan sel-T. Suatu hormon timus, timosin, telah diisolasi sekarang dan. ternyata membanru timbulnya pertanda diferensiasi sel-T (0 pada mencit, resepror sel domba^ pada manusia dan sebagainya) pada biakan dengan sel sumsum tulang in aitro. Kadar timosin dalam darah menurun terus dengan bertambahnya umur dan makin menciutnya timus (? dan sel-sel dengan lesu mendekati nomor Hayflick-nya), dan penurunan yang cepat terjadi pada kelainan otoimun tertenru (mencit-mencit SLE dan HNZ – Bab 9) pada saat yang secara kasar bertepatan dengan timbulnya penyakit.

Lingkungan-mikro untuk diferensiasi sel-sel-B tersedia pada bursa Fabrisius ayam dan dalam sumsum tulang spesies mamalia (seorang ahli imunologi biasa menyebabkan mahasiswanya rerrawa dengan menyatakan bahwa tbe bursa is strictly for the birds). Sel-sel-B yang kurang matang, biasa dinamakan “perawan”, memiliki imunoglobulin permukaan yang kurang padat bila dibandingkan dengan limfosit yang matang dan berlainan dari sel-sel yang mat&rg, mengaiami kesulitan dalam resintesa imunoglobulin setelah imunoglobulin itu terlepas dari sel karena pemberian anti-Ig yang berakibat “perontokan” atau endositosis. Fenomena ini dapat dihubungkan dengan penemuan bahwa sel sumsum tulang lebih mudah dibuat toleran melalui kontak dengan antigen yang tergantung pada timus daripada limfosit yang matang, dan bahwa toleransi dapat lebih mudah ditimbulkan pada yang baru lahir daripada yang dewasa.

Kelainan-kelainan yang berhubungan dengan alergi

penyakit-fluKarena bakteri seperti kavitasi, perkijuan, dan toksemia umum pada penderitapenderiti tuberkulosa dan kelainan granulasi yang ditemukan pada penderita-penderita lepra bentuk tuberkuloid, mungkin merupakan perkembangan lebih lanjut dari keadaan hipersensitivitas perantaraan sel terhadap hasil-hasil kuman. Bintik-bintik merah pada kulit penderita cacar, campak, dan kelainan-kelainan pada herpes simpleks agaknya juga telah dihubungkan dengan reaksi tipe lambat terhadap virus. Hipersensitivitas perantaraan sel irg. telah diperlihatkan obat alami untuk kencing manis kering pada penyakit-penyakit jamur misalnya candidiasis, dermatomycosis, coccidioidomycosis, dan histoplasmosis, juga pada penyakit-penyakit karena protozoa seperti leishmaniasis dan schistosomiasis yang secara patologi dikaitkan dengan reaksi terhadap enrim-enzim yang berasal dari telur-telur yang tersangkut pada kapiler-kapiler hati. Kaitannya dengan kekebalan perantaraan sel diuraikan pada bab berikut ini.

Dermatitis kontak

Inokulasi (penyuntikan) melalui kulit, cendgrung untuk merangsang perkembangan reaksi sel-T dan reaksi-reaksi tipe lambat yang sering kali disebabkan oleh benda-benda asing yang dapat mengadakan ikatan dengan unsur-unsur tubuh untuk membentuk antigen-antigen baru. Oleh karena itu, hipersensitivitas kontak dapat terjadi pada orang-orang yang menjadi peka karena pekerjaan yang berhubungan dengan bahan-bahan kimia seperti pikril klorida dan kromat, atau pada orang yang berulang-ulang bersentuhan dengan zat urusbior yang berasal dari semacam tumbuhan menjalar beiacun. p-fenilen diamina pada cat rambut terrenru, neomisin pada salep-saiep kulit, dan garam-garam nikel yang terbentuk dari benda-benda seperti bretel-bretel nikel dapat merangsang reaksi-reaksi serupa.

Contoh-contoh lain

Hipersensitivitas lambat secara nyata mendukung reaksi berkepanjangan yang .timbul karena gigitan serangga. Kemungkinan terlibatnya reaksi penolakan homograf oleh sel-sel-T sebagai satu cara pengendalian sel-sel kanker dibicarakan dalam Bab 8. peranan hipersensitivitas perantaraan sel pada penyakit otoimun sampai sekarang belum begitu jelas (bandingkan dengan hal. 327). Pengobatan simtomatik dengan menggunakan mediator antagonis atau zat yang memelihara cAMP intraselular dan dengan demikian membuat granula-granula mastosit stabil. Penyuntikan antigen berangkai mungkin menyebabkan desensitisasi melalui pembentukan IgG penghambat atau antibodi IgA atau dengan menghentikan produksi IgE. Pembunuhan langsung sel-sel target oleh sel-sel-T dengan menggunakan reseptor-reseptor endogen dikenal tidak dihambat oleh serum antirantai pendek tidak seperti sitotoksisitas sel-K.

Untuk pemeriksaan dengan mikroskop elektron antibodi-antibodi ditandai dengan ferritin, peroksidasa, arau suatu radioisotop

Komponen terbanyak, C3, dipecah melalui jalan klasik (C1, 4, 2) yang dimulai oleh antibodi, atau melalui jalan alternatif (faktor pemula, properdin, faktor-faktor B dan D) yang dimulai tanpa antibodi oleh zat-zat seperti polisakarida kuman. Suatu hasil pecahan, C3a, bersifat kemotaktik bagi lekosit berinti polimorf dan meningkatkan permeabilitas vaskular melalui pelepasan histamin dari mastosit dan basofil. Hasil lainnya, C3b, terikat secara tidak khas pada permukaan antigen dan mempertinggi efisiensi ikatan pada polimorf (tertarik oleh C3a), sebab reseptor-reseptor C3b terdapat pada permukaan sel-sel fagosit ini. C3b menggiatkan pula C5 untuk melepaskan C5a (dengan sifat-sifat yang sama seperti C3a) dan menghasilkan C5b yang menggiatkan sisa urutan sampai C8 dan 9 sehingga berakibat kematian sel karena kerusakan selaput.

123Melalui efek-efek ini komplemen memainkan peranan penting dalam pertahanan terhadap infeksi. Komplemen juga berperan dalam reaksi-reaksi hipersensitivitas tertentu yang melibatkan kombinasi obat alami kencing manis kering antibodi dengan permukaan-permukaan (misalnya nefritis nefrotoksik) dan kompleks- kompleks imun (misalnya Farmer’s Lung, glomerulonefritis kronik). Kekurangan-kekurangan dalam komponegr-kompohen komplemen cenderung untuk menimbulkan LES. Seperti pada sistem pembekuan darah, penghambat-penghambar memegang peranan yang menentukan dan bila penghambat-penghambat ini cacat maka hasilnya dapat berupa suatu penyakit misalnva udema angioneurotik herediter (penghambat C1) atau infeksi yang berulang-ulang (inaktivator C3b). Antigen dengan aktivitas biologik, misalnya hormon-hormon seperti gonadotropin korion manusia, mungkin dapat dinetralisasi in vivo oleh antibodi.

Hipersensivitas

Bila seseorang telah mendapat suntikan imunisasi arau relah menjadi peka, kontak selanjutnya dengan antigen tidak hanya dapat merangsang peningkatan reaksi kekebalan tetapi juga dapat menimbulkan reaksi kerusakan jaringan. Kita menyebutnya sebagai reaksi hipersensitiaitas dan keadaan hipersensitivitas. Menurut Coombs dan Gell .ada 4 tipe hipersensitivitas pada mana dapat ditambahkan suatu tipe kelima yang mereka namakan ‘ stimularory’. Tipe I, II, III, dan V tergantung pada reaksi antara antigen dengan antibodi humoral dan cenderung untuk disebut reaksi tipe segera (immediate type reaction), walaupun beberapa tipe lebih cepat daripada tipe yang lain. Tipe IV melibatkan resepror-reseptor yang melskat pada permukaan limfosit, berhubung dengan lamanya proses, ini dulu digolongkan sebagai sensitivitas tipe lambat (delayed type sensitiaity).

VARIABILITAS STRUKTUR YANG TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN SPESIFISITAS ANTIBODI

Bahkan bagian tetap dari ranrai peprida imunoglobulin yang tidak langsung berhubungan dengan pengikatan antigen, menuniukkan heterogenitas yang luas sekali. Hal ini terutama telah dianalisa melalui pengenalan kelompok-kelompok khas pada molekulmolekul dengan menggunakan obat herbal alami kencing manis anrisera khusus yang dibuat pada lain spesies. Misalnya marilah kita perhatikan penelirian pada rantai pendek imunoglobulin manusia.

Rantai pendek

banyak sklSumber bahan pemeriksaan dari manusia yang mudah didapat ialah protein Bence-Jones dari air kemih, yang ditemukan pada sejumlah penderita mieloma. Protein Bence-Jones merupakan suaru dimer rantai pendek yang berasal dari kelompok yang biasa membentuk protein mieloma. Dengan merangsang pembentukan antisera pada kelinci terhadap sejumlah protein Bence-Jones, didapatkan bahwa rantai pendek dapat dibagi dalam dua kelompok (dinamakan kdppd (rc) dan krnbda (1), tergantung pada hasil reaksi dengan anrisera tersebut. Rantai pendek Bence-Jones dari kelompok k akan menghasilkan reaksi presipitin dengan sera anti-K tetapi tidak beraksi dengan sera anti-l. Reaksi paralel selalu dapat diperoleh dengan protein mieloma induk seperti yang dapat diharapkan bila protein itu berasal dari rantai pendek yang dihasilkan oleh satu klon dari sel plasma mieloma (Gambar 2.13).

Reaksi dengan serum normal mengungkapkan adanya molekul dengan ranrai-K dan rantai |\ Rantai-rantai ini terdapat pada molekul-molekul yang berlainan dan kira-kira 65 persen molekul imunoglobulin dalam serum normal adalah dari tipe-k, sisanya merupakan tipe-l. Yang menarik perhatian ialah bahwa protein mieloma tiPe-K terdapat dalam jumlah hampir dua kali lebih banyak dari tipe-|”, sehingga timbul kesan bahwa sel-sel penghasil molekul dengan rantai-l memiliki kemungkinan yang sama untuk menjadi ganas seperti sel-sel penghasil rantai-k. Perbandingan k : tr berbedaā€¯bedapada pelbagai spesies.

Rantai panjang Penelitian sejenis dengan menggunakan antisera terhadap protein normal dan protein mieloma berhasil mengungkapkan adanya lima tipe utama rantai panjang pada manusia, tiap rantai itu menghasilkan satu kelas imunoglobulin tertentu. Imunoglobulin itu ialah IgG, IgA, IgM, IgD, dan IgE (singkatan nama lain yang tidak dipakai lagi ialah xG, xA, xM, xD, dan xE, yang meruPakan contoh dari pandangan sejarah yang salah bahwa semua antibodi terma-, suk dalam golorgan x-globulin).

Faktor-faktor Genetik pada Penyakit Otoimun

otoimunGejala otoimun cenderung berkumpul pada keluarga-keluarga tertentu. Sebagai contoh, tingkat hubungan keluarga pertama (saudara,orang tua, dan anak-anak) dari penderita-penderita dengan penyakit Hashimoto menunjukkan insidens yang tinggi dari otoantibodi-otoantibodi tiroid dan tiroiditis yan1 nyata dan subklinis. Penyelidikan-penyelidikan yang sejajar telah memperlihatkan hubungan yang sama pada keluarga-keluarga penderita anemia pernisiosa yaitu antibodi-antibodi obat kencing manis tradisional sel parietal lambung merata pada keluarga-keluarga yang biasa menjadi aklorhidria dan gastritis atrofik. Suatu keluarg yang tidak bisa digambarkan pada Gambar 9.5 di mana menerangkan gambaran-gambaran ini dan mengingatkan kita kembali pada hubungan tiroid lambung. Pengumpulan antibodi-antibodi mitokondrial yang berhubungan dengan keluarga telah diselidiki, sekalipun pada tingkat yang rendah, pada sirosis bilier primer.

Penting pada LES, gangguan-gangguan pada pembentukan imunoglobulin dan suatu kepekaan menjadi ‘penyakit-penyakit jaringan ikat’ telah dilaporkan tetapi ada beberapa pendapat yang masih belum terpecahkan. Hubungan-hubungan keluarga ini dapat dianggap berasal dari faktor-faktor lingkungan seperti suatu jasad renik infektif, tetapi ada bukti bahwa suatu unsur genetik harus dipertimbangkan. Pada tingkat pertama, jika terjadi tirotoksikosis pada saudara kembar ada suatu laju indeks yang tinggi (seperti pada kedua kembaran terkena) pada kembar yang serupa daripada kembar yang tidak serupa.

Kedua, otoantibodi-otoandbodi tiroid lebih merata pada orangorang dengan disgenesis ovarium yang mempunyai penyimpangan kromosom X seperti XO dan terutama sekali pada kelainan isokromosom X. Selanjutnya, binatang-binatang keturunan murni dari genetik yang sama telah dibiakkan yang secara spontan menjadi penyakit otoimun. Ada suatu garis tebal dari anak-anak ayam dengan tiroiditis otoimun dan mencit New Zealand Hitam (NZH) dengan anemia hemolitik otoimun. Perkawinan NZH dengankturunan lain dari New Zealand Putih (perkawinan H x P) biasanya menimbulkan sel-sel-LE, antibodi-antibodi antinuklear dan kompleks imun yang fatal menyebabkan glomerulonefritis.

Perkembangbiakan silang dan silang balik yang cocok dari makhluk-makhluk ini telah ditentlukan bahwa suatu minimumdari tiga gen menentukan bentuk otoirnunitas itu dan bahwa produksi kedua antibodi sel darah merah dan inti di bawah pengaruran generik yang terpisah yakni di sana mungkin ada faktor-faktor pencerus yang berbeda terhadap otoimunitas pada satu pihak, dan terhadap pemilihan antigen pada pihak yang lain.

Peranan Antibodi Humoral

Telah lama diketahui bahwa,sel-sel alogenik yang diisolasi seperti limfosit dapat dihancurkan Sleh reaksi-reaksi sitotoksik (tipe II) yang menyangkul antibSdi. Walaupun demikian,meskipun pengalaman sebelumnya pada pencangkokan kulit dan tumor-tumor prdat menyatakan bahwa mereka ini tidak siap menerima kerja sitotoksik antibodi-antibodi itu; sekarang jelaslah bahwa hal ini ternyata tidak berlaku untuk semua jenis transplantasi organ. Alograf ginjal dapat ditolak melalui bermacam-macam cara yang dapat disimpulkan sebagai berikut:

(a) Penolakan biperakut dalam beberapa menit setelah transplantasi, ditandai dengan pengendapan sel-sel darah merah dan mikrotrombi pada glomeruli, ini terjadi pada individu-individu yang telah mempunyai antibodi humoral – baik karena golongan darah yang tidak cocok atau karena prasensitisasi melalui tiansfusi darah.

(b) Penokkan dini dan ahut rcrjadisampai kira-kira 10 hari setelah transplantasi, ditandai oleh infiltrasi selular yang padat (Gambar 8.8) dan ‘ecahnya- pembuluh darah peritubuler dan tampaknya merupakan reaksi hipersensitivitas perantara sel yang menyangkut limfosit-limfosit-T.

(c) penolakan lambat dan akut, yang timbul setelah 11 hari pada penderita-penderita yang mendapat pengobatan dengan pridnison atau azathioprin (agaknya antibodi) dan komplemen pada arteriol-arteriol dan pembulu darah glomerular yang dapat dilihat dengan cara imunofluoresensi. Timbunan imunoglobulin pada dinding pembuluh darah dapat menyebabkan penggumpalan trombosit pada kapiler-kapiler glomerulus yang menyebabkan kegagalan ginjal akut (gambar 8.9). kemungkinan timbulnya kerusakan sel-sel yang tertutup antibodi karena sitotoksisitas perantaraan sel yang tergantung pada antibodi juga harus diperhitungkan.

(d) Penokkan kmbat dan tersetnbunyi, dihubungkan dengan timbunan subendotelial dari imunoglobulin dan C3 pada membrana basalis ginjal yang mungkin suatu kerika menjadi dasar kelainan kompleks imun (berdasarkan keperluan cangkokan) atau kemungkinan pembentukan kompleks dengan larutan antigen yang berasal dari ginjal yang dicangkokkan.

Kerja dan reaksi antara. sel dengan faktor-faktor humoral pada penolakan cangkokan adalah demikian kompleks dan usaha untuk menyirhpulkan mekanisme tersebut dirumuskan seperti pada Gambar 8.10. Dalam hal ini juga ternyata bahwa antibodi mungkin dapat melindungi suatu cangkokan dari kehancuran dan fenomena perbaikan penting ini akan diuraikan lebih lanjut di bawah ini.

Mengenal Jasad Renik Leishmaniasis Dan Toksoplasma

Cacing merangsang reaksi IgE yang kuat yang mungkin sekali penyebab serangan sitotoksik eosinofil. Schistosoma melindungi diri dengan clara menyamar seperti tuan rumah. Pendek kata, kekebalan-didapat kerjanya meningkatkan dan memperbesar mekanisme kekebalan-bawaan; interaksi ti diringkaskan sebagai Gambar 7.11. Kekebalan dapat diperoleh secara pasif, dari ibu atau dengan menginjeksikan antibodi; atau terinduksi secara aktif, baik oleh infeksi alami atau vaksinasi menggunakan organisme mari, organisme hidup yang sudah dilemahkan, atau dengan toksoid. Vaksin yang diberikan secara berkala menghasilkan obat diabet rangsangan yang lebih besar dan lebih tangguh dalam jaringan dari pada hanya dari infeksi alami.

Struktur Tubuh VirusGalur-galur virus yang sudah dlilemahkan kini diproduksi secara rekombinasi genetik. Efisiensi antigen yang sudah mati dapat ditingkatkan dengan bantuan adjuvan yang berperan sebagai anligel depot dan makrofaga aktif. Risiko komplikasi akibat vaksinasi ini harus pula dipertimbangkan. Keadaan imunodefisiensi-primer mempengaruhi sistem komplemennya, sel-sel fagositik atau sintesa antibodi mengarah pada infeksi oleh bakteri-bakteri piogenik. Anak-anak dengan defisiensi sel-T tidak boleh dikenai virus-virus yang masih “bertunas” (misalnya jenis virus cacar) dan fungi. Bila terdapat kesalahan dalam sel-sel tunas limfoid, akan terjadi imunodefisiensi gabungan yang parah. Dalam banyak hal, dimungkinkan dilakukannya terapi pengganti: Ig untuk sel-8, cangkokan timus untuk sel-T, dan sem-sum tulang (sel tunas) untuk imunodefisiensi gabungan yang parah. Defisienii ini dapat pula timbul secara sekunder akibat gizi buruk, infeksi virus dan lainnya, obat-obat sitotoksik, atau ketidakberesan limfoproliperatif.

Mereka dapat menerima cangkokan dari kedua orang tuanya; karena itu mereka dapat menerima antigen-anrigen baik oleh gen A ataupun gen B dan dengan demikian adalah dominan, yakni sel-sel yang membawa kedua jenis antigen transplantasi (Gambar 8.3) sebagaimana terlihat pada pemeriksaan imunofluoresensi. Dengan menyilangkan generasi F1, akan terlihat dari Gambar 8.3 bahwa 3 dari 4 generasi F2 dapat menerima cangkokan yang berasal dari orang tuanya. Dengan analisa tersebut memberikan hasil bahwa seandainya satu lokus rersebut diganti dengan serangkaian gen-gen alelik, akan didapatkan n lokus, dan hasil pembelahan generasi F2 yang akan mempunyai kemungkinan menerima cangkokan yang berasal dari orang ruanya adalah (32)”.

MENGUJI OTOT-OTOT LENGAN BAWAH DAN ATAS

Pemeriksaan rutin adalah cukup, apabila otot2 lengan bawah dan atas tersebut di bawah ini diuji kekuatannya: (a) m. biseps brakhii clan m. bra_ khialis (C.5 C.6), (b) m. brakhioradialis (C.5 C.6) dan (c) m. triseps brakhii (c.6 c.8 T-1). Teknik menguji kekuatan otot2 itu ialah sebagai berikut:

  1. Biseps brakhii dan M. Brakhialis:

Pasien diminta untuk menekuk lengannya pada sendi siku.Si pemeriksa menahan pergerakan ini dengan jalan menarik pada pergelangan tangarr pasien.

  1. Brakhioradialis:

Lengan pasien dipronasikan sedikit sehingga ibu jarinya menunjuk ke atas, kemudian pasien diminta untuk menekukkan lengannya pada sendi siku. Si pemeriksa menahan pergerakan itu dengan menempatkan tenaganya di pergelangan tangan pasien

  1. Triseps brakhii:

Lengan pasien difleksikan kemudian pasien diminta untuk meluruskan kembali lengannya. Sementara itu si pemeriksa menahan pergerakan tersebut dengan jalan menekan pada bagiarr dorsal dari pergelangan tangan pasien.

MENGUJI OTOT2 TANGAN

Pergerakan tangan beserta jari2nya adalah kompleks. Test2 untuk menilai kekuatan otot2 yang melakukan pergerakan itu dapat disederhanakan dengan jalan menguji ototz tersebut dibawah ini: (a) otot2 fleksor tangan, ialah m. fleksor karpi radialis (C.6 C 7), m. fleksor karpi ulnaris (C.8 T.i) dan m. palmaris longus (C.6), (b) otot2 ekstensor tangan, ialah m. ekstensor karpi radialis lorrgus (C’6 C.7), m. ekstensor karpi ulnaris (C.6 C.8) dan ekstensor digitorum komunis (C.6 C.B), (c) m. fleksor digitorum sublimis (C.7 T.1), (d) m. fleksor digitorum profundus (C.7 T.1), (e) mminterosei volares (C.8 T.1), (f) mm. interosei dorsales (C.8 T.1), (g) ototZ abduktor ibu jari tangan ialah: M. abduktor polisis brevis (C.6 C.8), m. abduktor polisis longus (C.6 C.8), m. fleksor polisis brevis (C.6 C.7) dan m. oponens polisis (C.6 C.7), (h) otot2 aduktor ibu jari tangan ialah maduktor polisis (C.8 T.1) dan m. ekstensor polisis longus (C.6 C.8).

Metoda untuk menilai kekuatan otot2 tersebut di atas ialah sebagai berikut: Otot2 fleksor tangan: Pasien disuruh mengepalkan tangannya dan melakukan fleksi pada pergelangan tangan. Si pemeriksarmenarik pada tiniu pasien untuk meluruskan tangannya dan pasien diminta supaya mempertahankan tangan dalam sikap semula. Informasi mengenai obat kencing manis yang sudah direkomendasikan ribuan ahli kesehatan dunia dan terbukti sangat efektif hanya ada di sini.