Author Archive: Admin

Untuk pemeriksaan dengan mikroskop elektron antibodi-antibodi ditandai dengan ferritin, peroksidasa, arau suatu radioisotop

Komponen terbanyak, C3, dipecah melalui jalan klasik (C1, 4, 2) yang dimulai oleh antibodi, atau melalui jalan alternatif (faktor pemula, properdin, faktor-faktor B dan D) yang dimulai tanpa antibodi oleh zat-zat seperti polisakarida kuman. Suatu hasil pecahan, C3a, bersifat kemotaktik bagi lekosit berinti polimorf dan meningkatkan permeabilitas vaskular melalui pelepasan histamin dari mastosit dan basofil. Hasil lainnya, C3b, terikat secara tidak khas pada permukaan antigen dan mempertinggi efisiensi ikatan pada polimorf (tertarik oleh C3a), sebab reseptor-reseptor C3b terdapat pada permukaan sel-sel fagosit ini. C3b menggiatkan pula C5 untuk melepaskan C5a (dengan sifat-sifat yang sama seperti C3a) dan menghasilkan C5b yang menggiatkan sisa urutan sampai C8 dan 9 sehingga berakibat kematian sel karena kerusakan selaput.

123Melalui efek-efek ini komplemen memainkan peranan penting dalam pertahanan terhadap infeksi. Komplemen juga berperan dalam reaksi-reaksi hipersensitivitas tertentu yang melibatkan kombinasi obat alami kencing manis kering antibodi dengan permukaan-permukaan (misalnya nefritis nefrotoksik) dan kompleks- kompleks imun (misalnya Farmer’s Lung, glomerulonefritis kronik). Kekurangan-kekurangan dalam komponegr-kompohen komplemen cenderung untuk menimbulkan LES. Seperti pada sistem pembekuan darah, penghambat-penghambar memegang peranan yang menentukan dan bila penghambat-penghambat ini cacat maka hasilnya dapat berupa suatu penyakit misalnva udema angioneurotik herediter (penghambat C1) atau infeksi yang berulang-ulang (inaktivator C3b). Antigen dengan aktivitas biologik, misalnya hormon-hormon seperti gonadotropin korion manusia, mungkin dapat dinetralisasi in vivo oleh antibodi.

Hipersensivitas

Bila seseorang telah mendapat suntikan imunisasi arau relah menjadi peka, kontak selanjutnya dengan antigen tidak hanya dapat merangsang peningkatan reaksi kekebalan tetapi juga dapat menimbulkan reaksi kerusakan jaringan. Kita menyebutnya sebagai reaksi hipersensitiaitas dan keadaan hipersensitivitas. Menurut Coombs dan Gell .ada 4 tipe hipersensitivitas pada mana dapat ditambahkan suatu tipe kelima yang mereka namakan ‘ stimularory’. Tipe I, II, III, dan V tergantung pada reaksi antara antigen dengan antibodi humoral dan cenderung untuk disebut reaksi tipe segera (immediate type reaction), walaupun beberapa tipe lebih cepat daripada tipe yang lain. Tipe IV melibatkan resepror-reseptor yang melskat pada permukaan limfosit, berhubung dengan lamanya proses, ini dulu digolongkan sebagai sensitivitas tipe lambat (delayed type sensitiaity).

VARIABILITAS STRUKTUR YANG TIDAK ADA HUBUNGANNYA DENGAN SPESIFISITAS ANTIBODI

Bahkan bagian tetap dari ranrai peprida imunoglobulin yang tidak langsung berhubungan dengan pengikatan antigen, menuniukkan heterogenitas yang luas sekali. Hal ini terutama telah dianalisa melalui pengenalan kelompok-kelompok khas pada molekulmolekul dengan menggunakan obat herbal alami kencing manis anrisera khusus yang dibuat pada lain spesies. Misalnya marilah kita perhatikan penelirian pada rantai pendek imunoglobulin manusia.

Rantai pendek

banyak sklSumber bahan pemeriksaan dari manusia yang mudah didapat ialah protein Bence-Jones dari air kemih, yang ditemukan pada sejumlah penderita mieloma. Protein Bence-Jones merupakan suaru dimer rantai pendek yang berasal dari kelompok yang biasa membentuk protein mieloma. Dengan merangsang pembentukan antisera pada kelinci terhadap sejumlah protein Bence-Jones, didapatkan bahwa rantai pendek dapat dibagi dalam dua kelompok (dinamakan kdppd (rc) dan krnbda (1), tergantung pada hasil reaksi dengan anrisera tersebut. Rantai pendek Bence-Jones dari kelompok k akan menghasilkan reaksi presipitin dengan sera anti-K tetapi tidak beraksi dengan sera anti-l. Reaksi paralel selalu dapat diperoleh dengan protein mieloma induk seperti yang dapat diharapkan bila protein itu berasal dari rantai pendek yang dihasilkan oleh satu klon dari sel plasma mieloma (Gambar 2.13).

Reaksi dengan serum normal mengungkapkan adanya molekul dengan ranrai-K dan rantai |\ Rantai-rantai ini terdapat pada molekul-molekul yang berlainan dan kira-kira 65 persen molekul imunoglobulin dalam serum normal adalah dari tipe-k, sisanya merupakan tipe-l. Yang menarik perhatian ialah bahwa protein mieloma tiPe-K terdapat dalam jumlah hampir dua kali lebih banyak dari tipe-|”, sehingga timbul kesan bahwa sel-sel penghasil molekul dengan rantai-l memiliki kemungkinan yang sama untuk menjadi ganas seperti sel-sel penghasil rantai-k. Perbandingan k : tr berbeda”bedapada pelbagai spesies.

Rantai panjang Penelitian sejenis dengan menggunakan antisera terhadap protein normal dan protein mieloma berhasil mengungkapkan adanya lima tipe utama rantai panjang pada manusia, tiap rantai itu menghasilkan satu kelas imunoglobulin tertentu. Imunoglobulin itu ialah IgG, IgA, IgM, IgD, dan IgE (singkatan nama lain yang tidak dipakai lagi ialah xG, xA, xM, xD, dan xE, yang meruPakan contoh dari pandangan sejarah yang salah bahwa semua antibodi terma-, suk dalam golorgan x-globulin).

Faktor-faktor Genetik pada Penyakit Otoimun

otoimunGejala otoimun cenderung berkumpul pada keluarga-keluarga tertentu. Sebagai contoh, tingkat hubungan keluarga pertama (saudara,orang tua, dan anak-anak) dari penderita-penderita dengan penyakit Hashimoto menunjukkan insidens yang tinggi dari otoantibodi-otoantibodi tiroid dan tiroiditis yan1 nyata dan subklinis. Penyelidikan-penyelidikan yang sejajar telah memperlihatkan hubungan yang sama pada keluarga-keluarga penderita anemia pernisiosa yaitu antibodi-antibodi obat kencing manis tradisional sel parietal lambung merata pada keluarga-keluarga yang biasa menjadi aklorhidria dan gastritis atrofik. Suatu keluarg yang tidak bisa digambarkan pada Gambar 9.5 di mana menerangkan gambaran-gambaran ini dan mengingatkan kita kembali pada hubungan tiroid lambung. Pengumpulan antibodi-antibodi mitokondrial yang berhubungan dengan keluarga telah diselidiki, sekalipun pada tingkat yang rendah, pada sirosis bilier primer.

Penting pada LES, gangguan-gangguan pada pembentukan imunoglobulin dan suatu kepekaan menjadi ‘penyakit-penyakit jaringan ikat’ telah dilaporkan tetapi ada beberapa pendapat yang masih belum terpecahkan. Hubungan-hubungan keluarga ini dapat dianggap berasal dari faktor-faktor lingkungan seperti suatu jasad renik infektif, tetapi ada bukti bahwa suatu unsur genetik harus dipertimbangkan. Pada tingkat pertama, jika terjadi tirotoksikosis pada saudara kembar ada suatu laju indeks yang tinggi (seperti pada kedua kembaran terkena) pada kembar yang serupa daripada kembar yang tidak serupa.

Kedua, otoantibodi-otoandbodi tiroid lebih merata pada orangorang dengan disgenesis ovarium yang mempunyai penyimpangan kromosom X seperti XO dan terutama sekali pada kelainan isokromosom X. Selanjutnya, binatang-binatang keturunan murni dari genetik yang sama telah dibiakkan yang secara spontan menjadi penyakit otoimun. Ada suatu garis tebal dari anak-anak ayam dengan tiroiditis otoimun dan mencit New Zealand Hitam (NZH) dengan anemia hemolitik otoimun. Perkawinan NZH dengankturunan lain dari New Zealand Putih (perkawinan H x P) biasanya menimbulkan sel-sel-LE, antibodi-antibodi antinuklear dan kompleks imun yang fatal menyebabkan glomerulonefritis.

Perkembangbiakan silang dan silang balik yang cocok dari makhluk-makhluk ini telah ditentlukan bahwa suatu minimumdari tiga gen menentukan bentuk otoirnunitas itu dan bahwa produksi kedua antibodi sel darah merah dan inti di bawah pengaruran generik yang terpisah yakni di sana mungkin ada faktor-faktor pencerus yang berbeda terhadap otoimunitas pada satu pihak, dan terhadap pemilihan antigen pada pihak yang lain.

Peranan Antibodi Humoral

Telah lama diketahui bahwa,sel-sel alogenik yang diisolasi seperti limfosit dapat dihancurkan Sleh reaksi-reaksi sitotoksik (tipe II) yang menyangkul antibSdi. Walaupun demikian,meskipun pengalaman sebelumnya pada pencangkokan kulit dan tumor-tumor prdat menyatakan bahwa mereka ini tidak siap menerima kerja sitotoksik antibodi-antibodi itu; sekarang jelaslah bahwa hal ini ternyata tidak berlaku untuk semua jenis transplantasi organ. Alograf ginjal dapat ditolak melalui bermacam-macam cara yang dapat disimpulkan sebagai berikut:

(a) Penolakan biperakut dalam beberapa menit setelah transplantasi, ditandai dengan pengendapan sel-sel darah merah dan mikrotrombi pada glomeruli, ini terjadi pada individu-individu yang telah mempunyai antibodi humoral – baik karena golongan darah yang tidak cocok atau karena prasensitisasi melalui tiansfusi darah.

(b) Penokkan dini dan ahut rcrjadisampai kira-kira 10 hari setelah transplantasi, ditandai oleh infiltrasi selular yang padat (Gambar 8.8) dan ‘ecahnya- pembuluh darah peritubuler dan tampaknya merupakan reaksi hipersensitivitas perantara sel yang menyangkut limfosit-limfosit-T.

(c) penolakan lambat dan akut, yang timbul setelah 11 hari pada penderita-penderita yang mendapat pengobatan dengan pridnison atau azathioprin (agaknya antibodi) dan komplemen pada arteriol-arteriol dan pembulu darah glomerular yang dapat dilihat dengan cara imunofluoresensi. Timbunan imunoglobulin pada dinding pembuluh darah dapat menyebabkan penggumpalan trombosit pada kapiler-kapiler glomerulus yang menyebabkan kegagalan ginjal akut (gambar 8.9). kemungkinan timbulnya kerusakan sel-sel yang tertutup antibodi karena sitotoksisitas perantaraan sel yang tergantung pada antibodi juga harus diperhitungkan.

(d) Penokkan kmbat dan tersetnbunyi, dihubungkan dengan timbunan subendotelial dari imunoglobulin dan C3 pada membrana basalis ginjal yang mungkin suatu kerika menjadi dasar kelainan kompleks imun (berdasarkan keperluan cangkokan) atau kemungkinan pembentukan kompleks dengan larutan antigen yang berasal dari ginjal yang dicangkokkan.

Kerja dan reaksi antara. sel dengan faktor-faktor humoral pada penolakan cangkokan adalah demikian kompleks dan usaha untuk menyirhpulkan mekanisme tersebut dirumuskan seperti pada Gambar 8.10. Dalam hal ini juga ternyata bahwa antibodi mungkin dapat melindungi suatu cangkokan dari kehancuran dan fenomena perbaikan penting ini akan diuraikan lebih lanjut di bawah ini.

Mengenal Jasad Renik Leishmaniasis Dan Toksoplasma

Cacing merangsang reaksi IgE yang kuat yang mungkin sekali penyebab serangan sitotoksik eosinofil. Schistosoma melindungi diri dengan clara menyamar seperti tuan rumah. Pendek kata, kekebalan-didapat kerjanya meningkatkan dan memperbesar mekanisme kekebalan-bawaan; interaksi ti diringkaskan sebagai Gambar 7.11. Kekebalan dapat diperoleh secara pasif, dari ibu atau dengan menginjeksikan antibodi; atau terinduksi secara aktif, baik oleh infeksi alami atau vaksinasi menggunakan organisme mari, organisme hidup yang sudah dilemahkan, atau dengan toksoid. Vaksin yang diberikan secara berkala menghasilkan obat diabet rangsangan yang lebih besar dan lebih tangguh dalam jaringan dari pada hanya dari infeksi alami.

Struktur Tubuh VirusGalur-galur virus yang sudah dlilemahkan kini diproduksi secara rekombinasi genetik. Efisiensi antigen yang sudah mati dapat ditingkatkan dengan bantuan adjuvan yang berperan sebagai anligel depot dan makrofaga aktif. Risiko komplikasi akibat vaksinasi ini harus pula dipertimbangkan. Keadaan imunodefisiensi-primer mempengaruhi sistem komplemennya, sel-sel fagositik atau sintesa antibodi mengarah pada infeksi oleh bakteri-bakteri piogenik. Anak-anak dengan defisiensi sel-T tidak boleh dikenai virus-virus yang masih “bertunas” (misalnya jenis virus cacar) dan fungi. Bila terdapat kesalahan dalam sel-sel tunas limfoid, akan terjadi imunodefisiensi gabungan yang parah. Dalam banyak hal, dimungkinkan dilakukannya terapi pengganti: Ig untuk sel-8, cangkokan timus untuk sel-T, dan sem-sum tulang (sel tunas) untuk imunodefisiensi gabungan yang parah. Defisienii ini dapat pula timbul secara sekunder akibat gizi buruk, infeksi virus dan lainnya, obat-obat sitotoksik, atau ketidakberesan limfoproliperatif.

Mereka dapat menerima cangkokan dari kedua orang tuanya; karena itu mereka dapat menerima antigen-anrigen baik oleh gen A ataupun gen B dan dengan demikian adalah dominan, yakni sel-sel yang membawa kedua jenis antigen transplantasi (Gambar 8.3) sebagaimana terlihat pada pemeriksaan imunofluoresensi. Dengan menyilangkan generasi F1, akan terlihat dari Gambar 8.3 bahwa 3 dari 4 generasi F2 dapat menerima cangkokan yang berasal dari orang tuanya. Dengan analisa tersebut memberikan hasil bahwa seandainya satu lokus rersebut diganti dengan serangkaian gen-gen alelik, akan didapatkan n lokus, dan hasil pembelahan generasi F2 yang akan mempunyai kemungkinan menerima cangkokan yang berasal dari orang ruanya adalah (32)”.

MENGUJI OTOT-OTOT LENGAN BAWAH DAN ATAS

Pemeriksaan rutin adalah cukup, apabila otot2 lengan bawah dan atas tersebut di bawah ini diuji kekuatannya: (a) m. biseps brakhii clan m. bra_ khialis (C.5 C.6), (b) m. brakhioradialis (C.5 C.6) dan (c) m. triseps brakhii (c.6 c.8 T-1). Teknik menguji kekuatan otot2 itu ialah sebagai berikut:

  1. Biseps brakhii dan M. Brakhialis:

Pasien diminta untuk menekuk lengannya pada sendi siku.Si pemeriksa menahan pergerakan ini dengan jalan menarik pada pergelangan tangarr pasien.

  1. Brakhioradialis:

Lengan pasien dipronasikan sedikit sehingga ibu jarinya menunjuk ke atas, kemudian pasien diminta untuk menekukkan lengannya pada sendi siku. Si pemeriksa menahan pergerakan itu dengan menempatkan tenaganya di pergelangan tangan pasien

  1. Triseps brakhii:

Lengan pasien difleksikan kemudian pasien diminta untuk meluruskan kembali lengannya. Sementara itu si pemeriksa menahan pergerakan tersebut dengan jalan menekan pada bagiarr dorsal dari pergelangan tangan pasien.

MENGUJI OTOT2 TANGAN

Pergerakan tangan beserta jari2nya adalah kompleks. Test2 untuk menilai kekuatan otot2 yang melakukan pergerakan itu dapat disederhanakan dengan jalan menguji ototz tersebut dibawah ini: (a) otot2 fleksor tangan, ialah m. fleksor karpi radialis (C.6 C 7), m. fleksor karpi ulnaris (C.8 T.i) dan m. palmaris longus (C.6), (b) otot2 ekstensor tangan, ialah m. ekstensor karpi radialis lorrgus (C’6 C.7), m. ekstensor karpi ulnaris (C.6 C.8) dan ekstensor digitorum komunis (C.6 C.B), (c) m. fleksor digitorum sublimis (C.7 T.1), (d) m. fleksor digitorum profundus (C.7 T.1), (e) mminterosei volares (C.8 T.1), (f) mm. interosei dorsales (C.8 T.1), (g) ototZ abduktor ibu jari tangan ialah: M. abduktor polisis brevis (C.6 C.8), m. abduktor polisis longus (C.6 C.8), m. fleksor polisis brevis (C.6 C.7) dan m. oponens polisis (C.6 C.7), (h) otot2 aduktor ibu jari tangan ialah maduktor polisis (C.8 T.1) dan m. ekstensor polisis longus (C.6 C.8).

Metoda untuk menilai kekuatan otot2 tersebut di atas ialah sebagai berikut: Otot2 fleksor tangan: Pasien disuruh mengepalkan tangannya dan melakukan fleksi pada pergelangan tangan. Si pemeriksarmenarik pada tiniu pasien untuk meluruskan tangannya dan pasien diminta supaya mempertahankan tangan dalam sikap semula. Informasi mengenai obat kencing manis yang sudah direkomendasikan ribuan ahli kesehatan dunia dan terbukti sangat efektif hanya ada di sini.

Spastisitas adalah gejala yang menyertai paresis jenis “upper motor neurone”

Suatu kelumpuhan akibat lesi pada traktus kortikospinalis, seperti halnya dengan hemiparesis akibat infarksio serebri atau paraparesis akibat lesi transversal di medula spinalis. Rigiditas dijumpai pada penyakit Parkinson. distonia dan degenerasio hepatolentikularis. Tonus otot yang rendah sekali ialah geiala yang mengiringi kelumpuhan jenis “lower motor neurone” akibat lesi pada motoneuron berikut neuraksisnya, seperti halnya pada poliomielitis anterior, polineuritis, degenerasi serabut saraf perifir akibat intoksikasi berbagai racun, degenerasi radises yang dikenal sebagai “sindroma Guillain-Barre” dan degenerasi serabut2 saraf perifir akibat diabetes melitus dan karsinomatosis.

Setelah tonus otot diperiksa, maka selarrjutnya tenaga.otot dinilai. Deralat kekuatan tenaga itu ditentukan sebagai berikut. Apabila anggota gerak tidak dapat bergerak sama sekari, maka derajat kekuatan tenaga adalah o. Jika tampak pergerakan minimar, maka kekuatan berderajat r. Apabila suatu pergerakan dapat dilakukan namun tidak dapat dilaksanakan penuh, maka derajat kekuatan adalah 2. Kekuatan yang berderajat 3 ialah jika suatu pergerakan dapat dilaksanakan secara penuh namun tidak dapat mengatasi suatu penahanan dari si pemeriksa.

pergerakan yang dapat dilakukan secara penuh walaupun ada tenaga yang menahan pergerakan tersebut digolongkan sebagai derajat 4. Apabira tenaga yang menahan pergerakan adarah maksimal dan pergerakan masih dapat dilakukan secara sempurna, maka derajat kekuatan itu ialah S. Dari uraian mengenai derajat tenaga dapat diketahui bahwa menguji kekuatan otot adalah menilai pergerakan anggota gerak pasien dengan jalan menahan pergerakan tersebut.

MENGUJI OTOT2 BAHU

Pemeriksaan umum cukup lengkap, apabila kekuatan otot2 bahu tersebut di bawah ini diuji: (a) m. trapezius (N.Xl,C.3 C.4), (b) m. rornboideus mayor/minor (C.4 C.5), (c) m. seratus anterior (C.5 C.6) dan (d) m. deltoideus (c.5 c.6). cara menilai kekuatan otot2 itu adalah sebagai berikut: M. Trapezius: Pasien diminta mengangkat bahunya sedangkan tenaga yang menahan pergerakan itu ditempatkan di atas bahu. M. Romboideus mayor/minor: Pasien disuruh menempatkan tangannya di pinggangnya, kemudian ia di minta menggerakkan sikunya ke belakang, si pemeriksa menahan pergerakan ini dengan menernpatkan tenaganya pada bagian siku yang menghadap ke belakang. Baca informasi lengkap seputar obat kencing manis alami yang sangat ampuh dan efektif hanya di sini.

Tindakan Lasegue dapat juga menghasilkan nyeri pada 30 derajat-60 derajat walau pun kasusnya bukan HNP

Nyeri yang dibangkitkan oleh tindakan Lasegue pada sudut kurang dari 6d akan terasa di artikulasio sakroiliaka pada artrim tis atau febrositis sakroiliatika. Pada kasus koksitisakan terasa didaerah sendi panggul dan mungkin dengan penjalaran nyeri sampai ke lutut. Tindakan percobaan sernacam tindakan Lasegue adalah tindakan Brudzinski I l. Reaksi terhadap tindakan Brudzinski I I dianggap positif, apabila tungkai kontralateral bergerak dan menekuk pada sendi panggul dan lutut pada waktu tungkai lainnya diangkat dalam keadaan lurus.

Brudzinski yang memperkenalkan tindakan yang mernbawa namanya, menganggap bahwa tindakan itu adalah positif apabila ada iritasi pada selaput otak. Tindakan lain yang khas untuk memeriksa adanya iritasi pada meningen ialah tindakan Kernig. Cara melakukan tindakan ini ialah sebagai berikut. Tungkai pasien digerakkan secara pasif pada sendi panggul dengan lutut tertekuk. Tanda Kernig adalah positif jikalau pasien merasa nyeri (disimpulkan dari reaksi pasien) waktu lututnya diluruskan setelah paha difleksikan pada sendi panggul.

Gejala lain yang dapat ditemukan dengan jalan menggerakkan anggota gerak pada berbagai persendian secara pasif ialah fonus otot. Apabila si pemeriksa menekuk dan meluruskan lengan atau tungkai pasien secara ber-ganti2 dan ber-ulang2, dapatlah dirasakan oleh si pemeriksa suatu tenaga yang agak menahan pergerakan pasif itu. Tenaga itu mencerminkan tonus otot. Apabila tenaga itu tidak dirasakan sama sekali, maka tonus otot adalah rendah. Jikalau tenaga itu terasa jelas, maka tonus otot adalah tinggi. Dalam kehidupan se-hari2 keadaan otot demikian dinamakan “kaku”. Apabila kekakuan otot pasien tidak berubah, melainkan tetap sama, pada tiap tahap pergerakan pasif, maka kekakuan itu dinamakan spastisitas.

Ada juga suatu kondisi di mana kekakuan otot tidak tetap akan tetapi bergelombang, yang berarti bahwa dalam melakukan fleksi dan ekstensi ekstremitas pasien,si pemeriksa dapat merasakan resistensi otot pasien yang mengurang dan meninggi secara berselingan dan ber-turut2. Kekakuan semacam itu dinamakan rigiditas. Resistensi otot yang selama melawan pergerakan pasif tidak berubah, menyerupai resistensi pipa timah jikalau ditekuk dan diluruskan secara ber-ganti2. Oleh sebab itu gejala spastisitas dinamakan fenomena “lead pipe”, sedangkan gejala rigiditas fenomena “cogwheel”.

Penyebab Dan Jenis-Jenis Diabetes

Diabetes melitus tidak hanya dikategorikan ke dalam 1 tipe saja, tapi lebih dari itu. Tipe diabetes yang paling populer kita dengar adalah tipe 1 dan 2. Tetapi, sesungguhnya masih ada tipe diabetes gestasional. Mungkin akan muncul tipe diabetes lainnya seiring dengan penemuan baru dalam dunia kedokteran.

Setiap tipe diabetes yang disebutkan di atas, mempunyai penyebab dan cara penanganan yang berbeda-beda. Sebelum seseorang dinyatakan menderita diabetes, harus terlebih dahulu dideteksi jenis diabetes yang diidap oleh orang tersebut.

Bagaimana diabetes tipe 1 itu?

Diabetes tipe 1 ini dikenal mempunyai penderita yang tidak lebih dari 10 persen penderita diabetes keseluruhan. Diabetes tipe 1 adalah pasien yang benar-benar tergantung pada insulin. Insulin merupakan sebuah hormon yang fungsinya mengangkut gula dari darah ke sel-sel tubuh.

Ketika insulin di dalam tubuh tidak diproduksi, maka harus dilakukan injeksi insulin dari luar tubuh. Dengan demikian, kebutuhan insulin tubuh akan terpenuhi dengan adanya injeksi insulin atau obat alami untuk diabetes. Penderita diabetes tipe 1 harus menyuntik insulin secara berkala, tergantung waktu yang dijadwalkan dokter.

Siapa saja yang bisa menderita diabetes tipe 1?

Diabetes tipe 1 ini bisa diderita oleh setiap kalangan usia. Bayi yang baru lahir maupun orang tua, tidak tertutup kemungkinannya untuk menderita diabetes melitus tipe 1.

Bagaimana diabetes tipe 1 terjadi?

Produsen insulin di dalam tubuh adalah pankreas. Ketika pankreas rusak, maka sel-sel dalam pankreas itu tidak bisa lagi memproduksi insulin. Sehingga, bisa disimpulkan bahwa diabetes tipe 1 disebabkan oleh kerusakan pankreas.

Secara lebih spesifik, tentu ada faktor-faktor yang menyebabkan pankreas menjadi rusak. Salah satu penyebabnya adalah gangguan imunitas tubuh. Gangguan otoimun ini pada akhirnya dapat menyebabkan pankreas rusak.

Penyebab lainnya adalah karena adanya infeksi virus, faktor genetik atau turunan dan juga keadaan yang berhubungan dengan kegagalan/kekurangan nutrisi (malnutrisi). Malnutrisi ini bisa terjadi pada orang yang melakukan diet tidak tepat.

Berapa jumlah penderita diabetes tipe 1 di Indonesia?

Secara lebih tepat, jumlah penderita diabetes terus mengalami peningkatan. Jumlah penderita diabetes tipe 1 sendiri diperkirakan 2 – 3 % dari keseluruhan penderita diabetes di Indonesia.

Jumlah ini tidak dapat dijadikan patokan pasti. Diperkirakan banyak juga para penderita yang tidak menyadari bahwa mereka menderita diabetes. Dengan demikian, orang-orang tersebut tidak melakukan terapi diabetes.

Beberapa kasus menandakan bahwa penyakit ini benar-benar silent killer. Gejala yang terjadi bisa menyerang secara mendadak. Bahkan, penderita bisa langsung koma jika tidak segera disuntik insulin.

Sayuran Segar Dan Beku Jauh Lebih Sehat Dari Pada Yang Di Dalam Kaleng

Semakin segar dan semakin banyak kandungan whole grain yang Anda beli, semakin banyak pula konsumsi serat Anda. Akan lebih mengenyangkan jika mengonsumsi obat herbal diabet 1.200, 1.500, atau 1.800 kalori per had jika ditambahkan makanan berserat tinggi. Roti whole grain, sereal, dan biji-bijian pun lebih sehat dan mengenyangkan daripada produk olahan.

sayur segarPenggantian Makanan Salah satu cara yang dilakukan oleh peserta DPP untuk memulai program penurunan berat badan adalah dengan menggunak an makanan pengganti. Makanan pengganti adalah makanan, sup, minuman, atau camilan dalam kemasan yang porsinya terukur, dengan kandungan 150 sampai 300 kalori yang digunakan untuk mengganti seluruh makanan vtartaa atat camtlan, membantu Anda mengurangi asupan lemak dan kalori, sehingga berat badan turun. Makanan pengganti melipuu minuman bergizi atas camilan yang mengandung 220 kalori, 3-9 gram lemak, 10 gram protein, dan berbagai vitamin, serta mineral. Camtlan batangan mengandung 140-150 kalori. Makan malam beku rendah kalori mengandung 300 kalod, kurang dari 10 gram lemak, dan 1,0-20 gram protein.

Makanan pengganti dapat membantu Anda menurunkan berat badan dengan menyederh anakan rencana- makanan. Makanan ini mudah didapat, mudah disimpan, waktu pembuatannya sebentar, harganya terjangkau, biasanya lebih murah dari makanan yang digantikannya. Makanan pengganti memudahkan Anda untuk menentukan makanan dan mengurangi kemungkinan Anda tergo da makanan lezat yang bisa menyebabkan Anda makan berlebihan. Sebagian besar program penururran betat yang menggunakan makanan pengganti menyarankan untuk memanfaatkannya sebagai pengganti dua makanan utama dan satu sampai dua camilan per hari untuk menutunkan berat badan.

Kemudian menjadi pengganti satu makanamn utama dan satu camilan per hari untuk memperahankan berat badan. Penelitian terhadap efektivitas program makanan pengganti ini menunjukkan bahwa berat badan mereka yang melakukannya turun lebih banyak dalam waktu singkat hingga empat tahun bila dibandingkan mereka yang memilih sendiri dietnya. Jika membutuhkan langkah awal untuk menutunkan berat badan, Anda bisa mencoba mengganti (ingat, jangan menambab makanan pengganti pada makanan Anda!) sarapan dengan minuman pengganti ataubatangan snack (sekitar 220 kalori) dan makanan ringan Q20 kalori lagi) setiap hari dan konsumsilah camilan pengganti satu sampai dua kali sehari (masing-masing 150 kalori)