Kujirathemovie.com

KujiraTheMovie.com

Latest Posts

Memutihkan Kulit Dengan Cepat di Rumah Sendiri

Memutihkan Kulit Dengan Cepat di Rumah Sendiri – Ada banyak orang yang tertarik untuk membuat kulit mereka terlihat lebih putih dan sebagian besar orang-orang ini ingin melakukannya di rumah. Alasan untuk melakukannya banyak, tetapi alasan yang paling jelas adalah privasi. Beberapa diantaranya adalah kemudahan penggunaannya, privasi, biaya dan waktu.

Memutihkan Kulit Dengan Cepat di Rumah SendiriBanyak alasan  mengapa orang tertarik untuk memutihkan kulit mereka, apakah itu dilakukan di rumah atau tidak. Beberapa orang, tidak semua orang, memiliki ketidaksempurnaan kulit dan ini dapat mencakup noda/bintik-bintik pada kulit. Bintik-bintik ini bisa berubah menjadi bintik-bintik gelap dan daerah kulit yang rusak yang tadinya area-nya kecil dapat memperluas dan mencerahkan/memutihkan kulit adalah salah satu cara (dan cara yang lebih disukai) untuk menangani ketidaksempurnaan ini.

Anda dapat menghabiskan puluhan juta rupiah untuk perbaikan kulit melalui perawatan laser. Anda dapat menghabiskan lebih banyak uang lagi dengan melakukan prosedur bedah kosmeti. Anda juga bisa membuang-buang uang di makeup mahal untuk menutupi daerah kulit wajah yang bermasalah, namun pada akhirnya, mencerahkan kulit Anda dengan menggunakan krim dan lotion adalah cara yang lebih menjadi pilihan.

Untungnya, mencerahkan atau memutihkan kulit tidak harus menjadi rumit seperti misalnya harus meninggalkan rumah, mendaftar untuk mendapat perawatan di salon atau dokter, mengunjungi salon/tempat perawatan dokter untuk melakukan perawatan setelah pengobatan. Sebaliknya, membuat kulit Anda terlihat lebih cerah bisa menjadi mudah, dengan menggunakan produk berkualitas tinggi berbahan alami yang dirancang untuk memperbaiki daerah kulit yang gelap. Produk-produk ini bekerja dengan baik untuk kulit Anda dan sangat membantu untuk meningkatkan penampilan Anda.

Nah, benar kan bahwa sekarang ini Anda bisa melakukan perawatan untuk mencerahkan kulit di rumah juga? Anda hanya perlu menerapkan produk, tidak ada penonton, dan tidak ada dokter. Bukankah ini yang Anda inginkan, tapi saya sarankan hanya menggunakan  produk yang bekerja dengan aman.

Mengapa membuat hal-hal sederhana menjadi sulit? Berurusan dengan ketidak sempurnaan kulit memang cukup menegangkan. Memilih produk haruslah mudah! Dengan memilih moment glucogen asli sebagai perawatan kulit sehari-hari akan mampu menjadikan kulit putih cerah merata dengan cepat, karena glucogen mampu merubah warna pigmen kulit langsung dari dalam tubuh secara alami.

7 Penyebab Burung Walet Pindah Rumah

Kasus gedung kosong merupakan fenomena yang sering terjadi pada sebagian besar gedung walet. Gedung dapat saja kosong karena penghuninya tidak betah berada di dalamnya sehingga berpindah mencari lokasi lain karena tidak memperhatikan 7 syarat membuat rumah walet yang baik ini. Setidaknya ada juga 7 penyebab burung berpindah lokasi, yaitu sebagai berikut.

7 Sebab Burung Walet Pindah Rumah
Gedung walet penuh sarang
Kondisi gedung yang penuh sarang menyebabkan tidak ada lagi tempat bagi burung muda membangun sarangnya. Semua sirip sudah rapat berisi sarang. Tidak jarang sebagian burung terpaksa membangun sarang di dinding gedung dan sebagian lainnya memilih untuk mencari lokasi baru yang tidak jauh dari gedung asal.

Oleh karena tidak ingin populasi burung berpindah gedung, biasanya pemilik gedung mengantisipasinya dengan cara perluasan gedung. Diharapkan gedung yang semakin luas dapat menampung burung-burung muda yang mulai belajar membangun sarang.

Stres petik sarang
Koloni burung walet dapat berpindah ke lokasi lain karena cara petik sarang yang asal-asalan atau sembrono. Padahal, waktu pemetikan sarang harus selalu diperhatikan, yaitu saat burung walet keluar mencari makanan. Bila dilakukan saat burung walet masih berada di dalam gedung, kemungkinan besar burung walet akan stres, merasa terusik, dan merasa tidak aman. Akibatnya, burung dapat berpindah ke gedung lain yang dirasakannya lebih aman untuk berkembang biak.

Stres pencurian sarang
Kasus pencurian sarang burung walet bukan saja merugikan pemilik gedung, tetapi juga mengganggu mental burung walet. Pencurian sarang burung walet biasanya dilakukan malam hari dan semua pintu ditutup agar tidak diketahui dari luar gedung. Dalam aksinya pencuri akan mengambil sarang sebanyak-banyaknya dalam waktu singkat sehingga burung akan terganggu dan beterbangan di dalam gedung.

Tidak jarang burung akan saling bertabrakan maupun terbentur dinding atau sirip sehingga banyak yang mati. Piyik yang ada di sarang pun dibuang begitu saja. Kejadian ini menjadikan burung walet stres. Bila kejadian ini dilakukan berulang-ulang, dapat saja burung berpindah lokasi.

Trauma binatang predator
Gedung burung walet yang kemasukan predator mungkin menyebabkan burung berpindah ke gedung lain. Beberapa jenis binatang predator antara lain tokek, tikus, kelelawar, elang, dan burung hantu. Tokek dan tikus merupakan predator di dalam gedung, sedangkan kelelawar, elang, dan burung hantu merupakan predator di luar gedung. Untuk itu, kehadiran predator di dalam maupun di sekitar gedung perlu diwaspadai.

Trauma air
Air dapat menjadi penyebab burung berpindah gedung. Faktor ini dapat disebabkan oleh dak bocor atau sirip berjamur. Gedung walet yang di atasnya dibuatkan kolam mengandung risiko walaupun sebenarnya bertujuan untuk menjadikan gedung sejuk. Namun, kalau terjadi keretakan, air akan membasahi sirip di bawahnya. Sirip yang basah membuat sarang burung terlepas karena liur walet menjadi lunak sehingga burung tidak bersarang di tempat tersebut. Bila kebocorannya merata di seluruh gedung, walet atau seriti akan berpindah ke lokasi lain.

Sirip dari papan yang belum kering (masih mengandung air) dapat berjamur. Selain itu, ruangan yang terlalu lembap (100%) pun dapat menyebabkan sirip berjamur. Terlebih lagi bila jarak lantai dengan sirip hanya sekitar dua meter. Untuk itu, sebaiknya sirip dibuat dari papan yang benar-benar kering. Sementara kelem-bapan untuk walet cukup 80-90% dan untuk seriti 60-70%.

Membungkus rumah burung
Membungkus rumah burung artinya membangun gedung yang di dalamnya terdapat rumah yang sudah ditempati seriti. Namun, kekeliruan membangun gedung akan berakibat burung terganggu dan berpindah ke gedung lain. Sudah banyak kasus terjadi, yaitu rumah yang semula sudah dihuni ratusan seriti, tetapi semua atau sebagian koloni burung akhirnya kabur setelah di-bangun gedung. Untuk itu, harus dicarikan tenaga ahli yang menguasai teknik membangun gedung walet dan membungkus rumah burung.

Faktor kurang makanan
Kekurangan makanan terutama di musim kemarau panjang dapat mendorong burung berpindah tempat. Ini terjadi karena un¬tuk memburu makanan, burung biasanya menempuh jarak cukup jauh seperti di hutan. Walaupun musim kemarau, di pepohonan hutan biasanya banyak tersedia serangga terbang.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, sangat dianjurkan untuk menyediakan sarana penghasil serangga terbang, baik di dalam maupun di luar gedung walet. Di luar gedung sebaiknya ditanami lamtoro, waru, jambu, mangga, dan belimbing. Sementara di dalam gedung disediakan gaplek atau bekatul setiap 3-4 bulan.

Baca Juga :
Proses Budidaya Burung Walet Dengan Cara Superaktif

7 Syarat Utama Membuat Rumah Walet Yang Benar dan Tepat

7 Syarat Utama Membuat Rumah Walet Yang Baik – Bila ditelusuri lebih jauh, inti kesalahan budi daya terletak pada kondisi rumah walet yang tidak memenuhi persyaratan. Oleh H.A. Fatich Marzuki (pakar perwaletan), persyaratan kondisi rumah walet tersebut diistilahkan sebagai “kaca susu”. Namun, oleh penulis dilengkapi menjadi “kaca susu sapi”, yaitu kelembapan, aroma, cahaya, suhu, suara, sirip, aman, dan pintu. Sangatlah percumah kita membeli bibit walet unggulan atau budidaya walet dengan cara superaktif sendiri tetapi kita tidak memperhatikan gedung atau rumah wallet berikut ini yang harus ada dalam rumah wallet adalah :

7 syarat membuat rumah walet yang baik

Kelembapan
Sesuai habitatnya, walet menyukai kondisi lembap di dalam gedung. Di berbagai seminar, penulis sering menyampaikan bahwa secara sederhana untuk membangun gedung walet sebaiknya meniru arsitektur rumah cina. Kondisi di dalam rumah tersebut dingin-lembap. Jangan heran bila rumah-rumah cina sering dipilih walet sebagai tempat berkembang biak. Kampung-kampung “pecinan” di Pati, Kudus, Semarang, Pekalongan, atau Tegal biasanya sudah lama dikenal sebagai sentra walet. Adapun kelem¬bapan ideal untuk walet adalah 85-90° C.

Aroma
Suatu gedung akan dihuni walet kalau beraroma khas walet. Aroma khas walet ini dapat ditimbulkan dengan cara menaburkan kotoran walet di dalam gedung. Dosis kotoran yang ditaburkan jangan terlalu banyak karena akan membuat bau menyengat. Ada dua macam kotoran walet, yaitu berwarna agak keputihan (kotoran baru) dan cokelat kehitaman (kotoran lama). Penulis cenderung menggunakan kotoran yang masih baru karena aromanya masih sangat khas. Sementara bau khas walet dari kotoran lama sudah hilang karena proses pembusukan.

Pada proses pembusukan kotoran walet, dihasilkan gas amoniak (NH3), gas asam belerang (H2SK dan gas karbondioksida (CO2) sehingga timbul bau busuk. Bila kotoran bercampur air, akan semakin banyak gas yang dihasilkan. Kondisi ini justru tidak disukai walet karena akan timbul bau sangat menyengat yang disebut miasma atau miasmata. Dalam bahasa Yunani, miasmata berarti polusi. Miasmata mengurangi kadar oksigen sehingga keberadaan gas NH3, H2S, dan CO2 sangat mengganggu kesehatan burung. Bila aroma kotoran hanya menjadi polusi maka burung akan enggan tinggal dalam gedung tersebut.

Cahaya
Pencahayaan pada pembudidayaan walet disebut-sebut sebesar 2° Ef. Namun, ahli lain menyebutkan bahwa kebutuhan cahaya gedung walet 0,5-2,0 foot candle (fc) atau setara dengan dua nyala lilin. Satu foot candle sama dengan 10,764 lux. Ukuran tersebut memang sangat sulit dipahami peternak pemula atau yang tidak memiliki alat pengukur cahaya (light-meter).

Bahkan pemilik gedung walet yang sudah bertahun-tahun kebanyakan tidak mengetahui besamya pencahayaan ideal di dalam gedung walet. Sehubungan dengan sifat walet yang cenderung bersarang di tempat gelap, muncul anggapan bahwa gedung walet ideal harus gelap. Anggapan tersebut tidak sepenuhnya keliru, tetapi perlu diluruskan.

Walet akan memilih bersarang di tempat (sirip) yang tidak terkena cahaya langsung. Itulah sebabnya terkadang dijumpai walet bersarang di roving room. Padahal, pencahayaan di ruang tersebut tidak mencapai dua nyala lilin. Namun, sebenarnya pencahayaan untuk walet tidak terlalu penting. Faktor yang lebih penting adalah suhu dan kelembapan.

Suhu
Suhu ideal dalarrr gedung walet berkisar 28°-29° C. Untuk memenuhi suhu ideal tersebut, faktor geologi dan metrologi setempat sangat berpengaruh seperti dinding, atap, ventilasi, dan kolam pengendali kelembapan. Tidak meratanya suhu di setiap ruang pun akan berakibat banyaknya ruang kosong yang tidak digunakan burung untuk bersarang. Untuk menciptakan suhu ideal, di sekitar gedung dapat ditanami pepohonan ataupun di sekeliling bangunan dalam gedung dibuatkan kolam atau bak air.

Suara
Walet termasuk jenis burung koloni. Selain berkelompok saat mencari makan, walet pun akan berkelompok saat membangun sarang. Untuk itu, memancing walet masuk gedung sering meng-gunakan rekaman suara koloni walet, baik melalui tape recorder maupun CD (compaq disc).

Sirip, suri, atau lagur merupakan tempat walet meletakkan sarang. Sirip sangat berperanan dalam keberhasilan suatu gedung dihuni walet. Ada beberapa kondisi dari sirip yang disukai burung sebagai berikut.

  1. Bahan sirip harus berupa papan yang kering dan bersih.
  2. Papan sirip harus tidak berbau.
  3. Lebar sirip 15-20 cm dan tebal 3 cm.
  4. Jarak ideal antarsirip 30-40 cm.

Bidang lebar dari papan sirip jangan diserut (dihaluskan). Jenis kayu untuk sirip antara lain sengon, bengkirai, meranti, jati, keruwing, merbau, bungur, dan albasia. Ada juga sebagian orang yang menggunakan sirip dari beton cor. Bahkan, ada yang menggunakan sirip dari aluminium untuk gua walet.

Aman
Memilih tempat bersarang yang tersembunyi merupakan salah satu tanda bahwa walet membutuhkan keamanan, ketenangan, dan kenyamanan untuk berkembang biak. Oleh karena itu, rasa aman, tenang, dan nyaman perlu diciptakan dalam gedung. Se-mentara sumber gangguan, baik suara, getaran, atau binatang predator (tokek, tikus, kepinding, kelelawar, kecoak, dan semut) perlu disingkirkan.

Pintu
Kasus gedung kosong dapat disebabkan oleh pintu walaupun persyaratan suhu, kelembapan, cahaya, aroma, sirip, dan keamanan sudah terpenuhi.

Menentukan pintu masuk burung pada bangunan baru ter­kadang membingungkan, baik arah maupun ukuran pintu. Bila dibuat menghadap ke timur atau barat, sinar matahari dapat lang­sung masuk ke gedung. Sementara bila dibuat menghadap ke utara atau selatan, tidak ada ruang putar (roving area) bagi burung karena terdapat rumah penduduk.

Dari pengalaman penulis, pintu masuk sebaiknya berukuran 50 cm x 60 cm. Arah pintu disesuaikan dengan jalur terbang burung. Untuk menekan cahaya masuk karena pintu berukuran besar, dapat dibuatkan sekat di dalam gedung. Sekat tersebut menyebabkan adanya ruang yang terang di roving room, ruang remang-remang, dan ruang agak gelap.

Proses Budidaya Burung Walet Dengan Cara Superaktif

Budidaya Walet Dengan Cara Superaktif – Pada cara superaktif ini dilakukan penetasan telur walet atau seriti dengan menggunakan mesin penetas baik mesin tetas otomatis maupun manual. Piyik walet atau seriti yang baru menetas harus disuapi peternak. Penyuapan ini dilakukan hingga piyik dapat terbang. Selain dengan penetasan telur, pada cara budidaya walet dengan cara superaktif ini juga dapat dilakukan penyuapan terhadap piyik yang diambil dari sarang induknya semua cara ini bertujuan agar walet bersarang di gedung. Piyik yang diambil sudah ditumbuhi bulu.

Proses penyuapan

Menyuapi piyik atau anakan burung walet

Proses penyuapan segera dimulai setelah telur menetas dari mesin penetas baik mesin tetas otomatis maupun manual. Penyuapan pada piyik yang masih.sangat kecil dengan paruh kecil harus ekstra hati-hati, telaten, dan sabar. Makanan pokok yang disuapi berupa kroto (telur semut   rang-rang).

hambatan-budidaya-kroto-harga-budidaya-kroto-hasil-budidaya-kroto-hukum-budidaya-kroto-ilmu-budidaya-kroto

Umumnya piyik yang dibesarkan dengan penyuapan kroto ini akan mati setelah berumur tiga minggu sejak penetasan. Hanya sebagian kecil orang saja yang sanggup memelihara piyik hingga bisa terbang. Ternyata rahasianya terletak pada kroto. Kroto yang disuapkan harus segar, yaitu baru diambil dari sarangnya.

Proses pelepasan
Setelah burung dapat terbang, tahapan selanjutnya adalah melepaskannya ke luar dari gedung. Pelepasan ini bertujuan agar burung dapat mencari makanan sendiri. Namun, sulit melepaskan burung yang dibesarkan dengan cara penyuapan. Penyebabnya ialah ada ketergantungan burung terhadap pemeliharanya.

Seorang pakar walet dari Malang, dr. Handoyo, menceritakan bahwa burung yang berhasil dibesarkan hingga dapat terbang sendiri ternyata tetap membutuhkan suplai makanan. Saat dilepas ke luar gedung, burung tersebut tidak dapat kembali ke gedung tempatnya dibesarkan.

Ada dua jawaban logis dari kasus tersebut. Pertama, cara makan burung sudah terpola (disuapi) sehingga saat dilepas bu¬rung tersebut tidak memiliki pengalaman menyantap makanan sambil terbang. Secara alami, burung saat terbang untuk pertama kalinya dari sarang induk akan mengikuti arah perginya induk.

Pada saat itu terjadi proses belajar tentang cara menyantap makanan dan mencari tempat yang banyak makanannya. Namun, burung hasil pemeliharaan tidak dibekali proses pembelajaran tersebut. Padahal bila 1-2 hari saja tidak makan maka dapat dipastikan burung tersebut akan lemah, tidak kuat terbang, jatuh, dan mati.

Kedua, bila ternyata dapat cepat belajar menyantap serangga dengan cara menyambar maka sangat kecil kemungkinannya burung tersebut kembali ke gedung tempat tinggalnya. Penyebab-nya karena burung tidak memiliki memori terhadap pintu gedung. la tidak memiliki pendamping seperti induk yang dapat menuntunnya kembali ke tempat tinggalnya.

6 Cara Ampuh Agar Burung Walet Mau Bersarang Di Gedung Anda

Enam cara agar burung walet bersarang di gedung

Burung Walet Sedang Bersarang Di Gedung

Setelah kita memiliki gedung walet dan telah mengerti membangun gedung walet ada beberapa cara agar burung walet bersarang di gedung kita. Setidaknya ada 6 cara agar buurng walet mau bersarang di gedung yang telah Anda buat, yaitu cara pasif, aktif, superaktif, pengurungan, magic, dan aktif rekayasa.

Cara pasif
Cara ini dilakukan dengan tanpa pengetahuan atau dengan pemahaman yang sepotong-potong sehingga terkesan hanya asal-asalan. Ilmu yang diterapkan kurang memenuhi standar budi daya walet ataupun seriti.

Motivasi untuk memancing burung walet bersarang hanya setengah-setengah. Artinya, peternak tidak terlalu mengharapkan burung dapat memasuki gedung. Keberhasilan hanya didasarkan pada keberuntungan atau hoki. Padahal hoki akan datang bila syarat-syaratnya terpenuhi. Prosentase keberhasilan cara pasif ini jelas sangat rendah, sekitar 1%.

Cara aktif
Cara ini dilakukan dengan mempertimbangkan situasi mikrohabitat dan makrohabitat untuk walet seperti suhu dan kelembapan, cahaya, suara burung, dan makanan. Kondisi suhu dan kelembapan sudah diatur sedemikian rupa.Untuk budi daya walet, kondisi dalam gedung harus dingin-lembap dengan suhu 25°—28° C.

Sementara untuk budi daya seriti, kondisinya harus dingin-kering dengan suhu 27°—30° C. Pengaturan cahaya harus ditekan serendah mungkin, yaitu agak gelap sampai gelap. Faktor cahaya pada budi daya walet ini diistilahkan dengan penerangan oleh 1—2 cahaya lilin. Seriti cukup adaptif dengan cahaya, baik cahaya terang, remang-remang, ataupun agak gelap.

Selain memperhatikan kondisi gedung dan pencahayaan, untuk memanggil walet atau seriti juga dilakukan dengan menggunakan rekaman suara burung melalui tape recorder atau CD. Namun, keberhasilan pemanggilan burung dengan suara rekaman tersebut paling tidak hams memenuhi lima faktor berikut.

  1. Suara rekaman burung hams disesuaikan dengan populasi burung yang ada di sekitar gedung. Bila cukup banyak burung walet, sebaiknya digunakan rekaman suara bumng walet atau sebaliknya.
  2. Hasil rekaman harus bersih dan bening. Kaset rekaman suara burung yang dijual di toko sering berkualitas rendah. Itulah sebabnya sebagian orang memilih menggunakan CD karena kualitas suaranya benar-benar bersih dan bening.
  3. Pengeras suara sebaiknya menggunakan twiter agar suara yang dihasilkan seperti suara asli burung.
  4. Penempatan twiter harus tepat di dekat lubang masuk gedung. Untuk di dalam gedung, twiter dipasang di pojok gedung yang mudah didekati burung.
  5. Volume suara harus tepat, baik yang di dalam maupun ke luar gedung. Besar kecil volume suara dapat diatur dengan memperhatikan datangnya burung ke sumber suara.

Pada cara aktif ini pun dapat dilakukan dengan penyediaan makanan berupa serangga terbang. Serangga terbang dapat dihasilkan dengan cara menimbun gaplek (singkong kering) atau bekatul (dedak lembut dari sisa penggilingan padi) di dalam gedung waiet. Semakin banyak gaplek atau bekatul yang ditimbun maka semakin banyak serangga terbang yang dihasilkan.

Saat penimbunan tersebut, gaplek atau bekatul tidak boleh terkena air karena bukan serangga yang dihasilkan, melainkan terjadi bau menyengat. Bau menyengat justru tidak disukai burung. Selain bau, kondisi ini pun menyebabkan suhu dalam gedung menjadi panas dan gaplek atau bekatul hanya memproduksi binatang kecil seperti betatung (singgat. Jawa).

Cara superaktif
Cara superaktif ini pun tidak sedikit yang memilihnya walaupun memiliki tingkat kesulitan relatif tinggi. Oleh karena sulit, banyak juga yang gagal. Kesulitan pada cara ini disebabkan oleh keharusan seseorang untuk melalui dua tahapan kerja yang cukup rumit, yaitu penyuapan dan pelepasan.

Penyuapan piyik. Pekerjaan yang membutuhkan kesabaran, ketelatenan, dan kehati-hatian. Alasan yang mendasari cara superaktif ini adalah adanya anggapan bahwa walet atau seriti yang sejak kecil tinggal di dalam suatu gedung akan tetap kembali ke gedung tersebut walaupun sudah terbang meninggalkan gedung saat mencari makanan.

Cara dikurung
Berbagai cara sudah dilakukan banyak petemak yang gedung waletnya masih kosong walaupun sudah dibangun bertahun-tahun. Berbagai kursus sudah diikuti, sejumlah buku dan artikel sudah dibaca, serta advis teman yang berhasil pun sudah dicoba seperti merubah pintu masuk, melumuri dinding dengan kotoran walet, dan menyemprot sirip-sirip dengan telur bebek.

Walaupun cara-cara tersebut dilakukan dengan baik, namun tidak satu pun yang memberikan hasil. Tidak jarang akhirnya peternak menempuh cara yang tidak lazim, yaitu menjaring burung walet dan seriti dari lokasi persawahan. Burung tersebut kemudian dimasukkan dalam gedung kosong dengan tujuan walet bersarang. Agar burung tidak ke luar gedung, pintu masuk dan ventilasi ditutup dengan kawat kasa nyamuk. Cara ini diharapkan agar setelah dikurung beberapa lama, burung walet bersarang kembali ke gedung tersebut saat dilepaskan.

Kenyataan yang terjadi selama proses pengurungan adalah tidak sedikit burung mati di dalamnya. Walet dan seriti tidak dapat tahan hidup lama di dalam ruangan terkurung, sedikitnya hanya enam hari bisa bertahan. Ini disebabkan kedua jenis burung tersebut sulit makan walaupun di dalam gedung sudah tersedia banyak serangga terbang. Dengan pola makannya yang hanya menyambar menyebabkan walet dan seriti sulit makan dengan cara mematuk karena serangga banyak menempel pada dinding. Bila masih ada juga walet atau seriti yang hidup, burung tersebut dipastikan tidak akan kembali ke gedung tersebut saat dilepaskan.

Cara magic
Bila cara rasional sudah ditempuh dan tidak berhasil, sebagian petemak terkadang memakai cara irasional, yaitu dengan men-datangi dukun atau paranormal yang mengaku dapat memanggil burung dan memasukkannya dalam gedung. Penulis pernah ditawari seorang paranormal terkenal dari Pati, Jawa Tengah, yang mengaku sudah berulang kali memasukkan burung di dalam gedung kosong hingga bersarang.

Pendekatan supranatural yang dilakukan dukun atau paranormal adalah dengan menggunakan enam helai bulu sayap burung seriti atau walet. Setelah diberi mantra, bulu burung tersebut dipasangkan di sirip-sirip gedung. Konon, dengan cara magic ini burung akan tersedot ke dalam gedung. Tentang kebenarannya, tergantung pada setiap orang. Namun, yang jelas belakangan ini penulis mendapatkan informasi bahwa temyata paranormal tersebut memiliki gedung walet yang hingga sekarang masih tetap kosong.

Pengalaman lain ialah penulis pemah merenovasi gedung walet yang kosong hampir empat tahun. Di lantai gedung tersebut tertanam pring petuk. Pring petuk adalah potongan bambu berukuran sekitar 80 cm yang memiliki dua tunas saling berhadapan (petuk. Jawa). Pring petuk diyakini memiliki kekuatan magic, di antaranya dapat memanggil burung ke dalam gedung.

Konon, harga benda ini mencapai puluhan juta rupiah. Memang di dalam masyarakat yang selalu bersentuhan dengan dunia mistik, pring petuk sudah tidak asing lagi. Namun, dengan seijin pemilik gedung, pring petuk tersebut akhirnya dibuang. Lain lagi pengalaman dari Bapak H. Darmo, warga Desa Karyatani, Kecamatan Labuhan Maringgai, Lampung. Kepada penulis, ia mengaku sempat percaya dengan lempengan timah yang bertuliskan rajahan. Lempengan ini dipercaya dapat mengun-dang burung, tetapi temyata tidak demikian. Padahal harga ben¬da tersebut mencapai jutaan rupiah.

Cara aktif rekayasa
Cara ini merupakan hasil temuan penulis setelah melakukan eksperimen selama bertahun-tahun. Pada cara ini dilakukan dengan mehangkar burung seriti kembang. Dibanding dengan kelima cara terdahulu, cara ini terbukti lebih efektif dan masuk akal karena memiliki nilai lebih karena seriti kembang dapat dimanfaatkan sebagai induk angkat dan kaset hidup.

Demikialah 6 cara ampuh agar burung walet mau bersarang di gedung yang telah Anda buat. Semoga bermanfaat, terima kasih

3 Cara Mudah Agar Anda Bisa Memiliki Gedung Walet Sendiri

Cara Mempunyai Gedung Walet

Dalam budi daya walet, dikenal ada 3 cara agar seseorang dapat memiliki gedung walet. Gedung walet tersebut memang berinvestasi cukup besar sehingga orang yang terjun pada budi daya walet harus tergolong pemodal kuat. Bagaimana tidak, selain investasinya cukup besar, waktu pembudidayaannya pun relatif panjang.

Mengembangkan rumah penduduk menjadi gedung walet
Pada cara ini, peternak, pengusaha, atau investor membeli rumah penduduk yang sudah dihuni burung seriti. Rumah tersebut kemudian dibangun atau dikurung sesuai desain dan konstruksi gedung walet, tetapi harus diperhatikan faktor keamanan dan sosial-lingkungannya. Rumah yang lahannya cukup luas (lebih dari 300 m²) dan terletak di lokasi aman biasanya lebih diminati investor.

Investor pasti tidak akan berminat bila ditawari rumah yang kurang terjamin keamanannya. Cara terbaik untuk mengamankan gedung walet tersebut adalah melakukan kerja sama dengan pemuda (karang taruna) di lingkungan setempat.

Membeli gedung seriti atau walet
Pada cara ini, investor membeli gedung khusus budi daya walet yang sudah berisi puluhan atau ratusan sarang burung seriti. Bahkan ada sebagian investor membeli gedung walet yang sudah memproduksi 1-20 kg sarang walet. Dapat dipastikan harga gedung tersebut mencapai milyaran rupiah. Dengan membeli “gedung jadi” ini maka investor dapat menghitung waktu tercapainya titik impas (BEP/break event point). Investor tersebut pun harus sudah menguasai sistem pemasaran sarang burung di mancanegara.

Membuat gedung walet sendiri
Cara ini dilakukan dengan membangun sarang burung walet sendiri. Hingga saat ini cara tersebut banyak dilakukan, baik yang belum maupun yang sudah memiliki satu atau lebih gedung walet. Gedung dibangun di sekitar gedung-gedung walet, di lintasan walet, atau di sentra walet mencari makanan.

Tentu saja diharapkan gedung tersebut akan segera ditempati seriti atau walet untuk bersarang dan berkembang biak. Memang adakalanya gedung dapat terisi hanya dalam waktu relatif singkat. Namun, ada juga yang hingga berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun walet atau seriti tidak terpancing menghuni gedung walet tersebut.

Itulah 3 cara mudah agar Anda bisa memiliki gedung walet sendiri. Setelah Anda mempunyai gedung atau sarang burung walet sendiri, untuk menarik burung walet lain agar mau bersarang di gedung yang telah Anda buat maka diperlukan kiat-kiat kusus seperti cara berikut “6 Cara Ampuh Agar Burung Walet Mau Bersarang Di Gedung Anda“.

Cara Yang Benar Memelihara Anak Burung Walet Agar Berhasil

anak burung walet

Anakan Burung Walet

Untuk cara memelihara anakan burung walet dari mulai menetas hingga berhasil tumbuh menjadai burung walet dewas, harus dilakukan dengan berbagai tahap dan berikut tahapannya :

Penanganan Anak Walet Setelah Menetas
Setelah menetas, kondisi anak walet harus diperhatikan agar tingkat keberhasilan penetasan menjadi tinggi. Anak walet ini tidak harus langsung ditangani peternak, melainkan secara naluriah akan dipelihara induknya. Namun, perlu ada kontrol agar anak wallet dapat hidup dan tumbuh.

Bila ada anak walet yang jatuh dari sarang, peternak harus segera mengembalikannya ke sarang. Peternak pun harus selalu mengontrol keberadaan binatang pengganggu atau predator seperti tokek, tikus, atau kepinding. Di sekitar gedung burung walet harus selalu tersedia makanan berupa serangga terbang agar suplai makanan ke anak walet oleh induknya akan terus berlangsung.

Menyuapi piyik di sarang jelas mengganggu kegiatan indukanya. Bahkan induknya bisa meninggalkan sarangnya karena me-rasa terusik. Belum tentu makanan yang disuapi peternak akan menjamin kebutuhan gizi piyik walet. Padahal makanan yang diberikan induknya sendiri jelas lebih variatif dan lebih sehat dibanding disuapi manusia. Makanan yang disuapi induk walet pun mengandung antibodi sehingga menjamin kehidupan piyik.

Umur hingga tujuh hari sejak menetas, induk walet menjaga anaknya agar tetap hangat. Piyik disuapi secara bergantian oleh induk jantan dan betina hingga umur 7 hari secara bergantian. Hampir setiap jam induk walet menyuapi anaknya. Pada usia lebih dari tujuh hari, induk walet memberi makan anaknya pada pagi hari sekitar pukul 07.00—09.00, siang hari pukul 12.00—14.00, dan sore hari pukul 17:00—18.00.

Pertumbuhan dan kesehatan anak walet tergantung pada sedikit-banyaknya makanan yang diperoleh. Pada musim hujan jumlah makanan di alam sangat berlimpah sehingga sangat baik bagi perkembangan populasi walet. Namun, agar suplai makanan selalu tersedia, di sekitar gedung sebaiknya ditanami tanaman penghasil serangga seperti lamtoro, waru, akasia, dan mangga.

Sebagai burung liar, agresif, dan sensitif, walet membutuhkan situasi yang tenang, nyaman, dan aman. Untuk itu, harus dijaga jangan sampai mengganggu kehidupan walet.  Buka-tutup pintu jangan sampai menimbulkan suara. Suara sekecil apa pun dapat berakibat walet kaget dan segera terbang meninggalkan sarang.

Mengukur Tingkat Keberhasilan
Parameter untuk mengukur tingkat keberhasilan penetasan telur dengan menggunakan induk walet adalah sebagai berikut.
1)    Telur yang dierami sudah berhasil menetas dengan baik.
2)    Piyik walet hidup sampai menjelang terbang.
3)    Piyik walet dapat terbang dan tetap kembali ke gedung asal.
4)    Delapan  bulan  kemudian,   anakan walet tersebut sudah membuat sarangnya sendiri.

Umumnya menjelang umur 45 hari, anak walet tidak lagi tidur di dalam sarang induknya, melainkan menempel di bibir sarang burung walet. Beberapa hari kemudian, anakan walet atau walet muda ini akan belajar terbang mengikuti induknya. Secara naluriah walet muda ini akan terbang di belakang induknya mengikuti arah terbang induknya.

Otot sayap yang mulai kuat dan bulu sayap yang sudah tumbuh penuh membuat walet muda ini segera dapat ber-adaptasi untuk terbang di udara. Untuk pulang ke sarang pun tetap dituntun induknya.

Walaupun sudah bisa terbang, walet muda yang bam belajar terbang tetap masih disuapi induknya.Aktivitas terbang keluar-masuk sarang ini dilakukan terus-menerus oleh induk dan walet muda hingga walet muda benar-benar siap terbang mencari makanan sendiri.

OPERASI KANKER PAYUDARA PILIHAN ANDA SATU-SATUNYA KAH ?

Diseantero penjuru dunia, berbagai macam teknik pembedahan digunakan untuk merawat kanker payudara. Yang disebut RADIKAL atau HALSTED MASTEKTOMI telah lama digunakan. Dan kini banyak ahli bedah juga menerapkan sistim MASTEKTOM RADIKAL MODIFIKASI. Tindakan tersebut akan kita bahas lebih terperinci, tetapi mari kita alihkan perhatian terlebih dahulu pada anatomi normal dari dada. Pada diagram diatas anda dapat melihat bahwa di payudara ,ada banyak saluran dengan kelenjar getah bening. Kelenjar-kelenjar tersebut, dalam keadaan normal, obat kencing manis kering alami, membantu memerangi dan menindas penyakit. Tetapi bila dimqsuki kanker, dapat ikut menyokong penyebaran penyakit tersebut.

ceweTerdapat tiga (3) mata rantai paling besar kelenjar getah bening.(diurut dengan angka pada diagram diatas) yaitu :

1) di axilla atau ketiak lengan

2) diluar dinding dada, diantara otot-otot pektoral dan menuju keatas hingga sampai pada leher, dan

3) yang terletak dibagian bawah tulang dada. OTOT PEKTOLARIS = otot paling besar pada dada,  menutupi sangkar tulang iga dan terkait pada bagian atas lengan. Dipotong atau tidaknya otot itu tergantung pada teknik operasi yang digunakan.

MASTEKTOMI RADIKAL :

Cara operasi pengangkatan payudara berikut otot pektoralis serta kelenjar getah bening bagian luar dada dan ketiak lengan, sebagaimana diuraikan oleh Halsted, 1894, cara operasi yang dahulu paling sering digunakan. Maksud prosedur tersebut adalah untuk mengangkat seluruh jaringan yang mungkin telah di hinggapi sel-sel kanker. Seharusnya prosedur tersebut akan menghentikan penyebaran dari kanker. Kenyataan menunjukkan, bahwa hanya 45 – 50% dari wanita yang kelenjar getah beningnya dinyatakan telah terkena kanker pada saat di biopsi, masih mampu bertahan hidup 5 tahun setelah menjalani mastektomi radikal; 85% dari wanita yang kelenjar getah beningnya dinyatakan tidak terkena kanker pada saat di biopsi masih mampu hidup 5 tahun. Pada saat ini secara keseluruhan baru k.l. 50% penderita kanker payudara dapat disembuhkan dengan cara pengobatan sekarang. Sisanya cepat atau lambat akhirnya penderita akan meninggal karena kanker yang dideritanya itu atau karena penyakit lain. Sebelum mengakhiri hidupnya, penderita sampai pada keadaan yang disebut terminal.

Kelebihan produksi estrogen dan pertumbuhan kanker payudara sebagai akibatnya, dapat terjadi didalam hubungan keIuarga

Kecenderungan untuk memiliki lilin atau kotoran telinga yang lekat juga tergolong warisan, dan banyak wanita dengan lilin didalam telinga dan yang lekat tergolong mereka yang mudah menderita kanker payudara. Kenyataannya adalah bahwa baik kelenjar payudara maupun kelenjar-kelenjar yang menghasilkan lilin telinga memiliki struktur serupa dipantau mikroskopis : proses cara lilin telinga dihasilkan secara biochemis adalah serupa dengan cara air susu dibuat. Berdasarkan keadaan sebagaimana tercantum diatas, tidaklah dicari terlampau jauh bila diperkirakan bahwa beberapa jenis cara pengontrolan genetik terhadap kasus payudara dapat berjalan lancar. Peng- analisan pada lilin didalam telinga untuk dijadikan pemastian terhadap siapa dapat atau tidak terkena kanker payudara, pada suatu hari pasti dinilai sebagai suatu penemuan yang teramat berharga! Kurang lancarnya sebuah metabolisme pada lemak juga disebut sebagai suatu faktor penentu bagi pertumbuhan kanker payudara, yang dapat dibuktikan pada suatu hari lewat sebuah analisa pada lilin telinga.

hahi

Jenis lilin telinga yang lekat dan basah amat sering ditemukan pada para penderita dengan jenis penyakit yang disebut arterioscerosis yang menampakkan deposit lemak didalam dinding urat nadi darah. Dengan sering makan sejumlah besar lemak pada makanan sehari-hari akan sangat membebani kondisi tersebut dan juga merangsang pertumbuhan dari kanker payudara. Bila ketidak serasian itu dapat di temukan pada sebuah awal perkenrbangan, tindakan pencegahan lewat pengaturan makanan atau dieet kemungkinan masih dapat mencegah berkembangnya penyakit kanker itu dan juga arterioscelerosis. Banyak wanita berpendapat bahwa suatu benturan keras pada bagian payudara dapat mengakibatkan kanker payudara.

Sama sekali tidak terdapat suatu pembuktian nyata secara ilmiah bahwa sebuah luka karena kecelakaan pada payudara dapat menimbullian kanker payudara. Sebuah luka yang diperoleh pada payudara dan selanjutnya ditemukan kanker pada tempat tersebut tidak begitu terdengar. Coba anda ingat kembali sudah beberapa kali anda pernah membenturkan payudara anda pada bagian tajam sebuah benda, daun pintu atau laci atau pernah di ‘cubit’ oleh seekor serangga! Setiap orang menurut dugaan saya pernah membentur atau melukai payudaranya secara tak sengaja karena satu dan lain sebab.

Mempertahankan kebijaksanaan umum dan kesehatan merupakan suatu masalah filosofis yang dalam

Hampir setiap orang akan setuju memberikan kepada orang lain hak istimewa untuk memilih gaya hidup yang secara implisit menomor-duakan kesehatan demi nilai-nilai yang larn. Sebagian besar di antara kita akan rela memberikan obat alami buat kencing manis kepada orang lain tanggungjawab untuk melakukan tindakan-tindakan pribadi. Seiring dengan itu, para ahli ilmu jiwa telah membuktikan betapa kuatnya pengaruh lingkungan masyarakat atas perilaku seseorang; dan garis antara hak istimewa perorangan dengan tanggungjawab perorangan kepada sesama warganya tidaklah mudah ditarik.

nicotine_structureSeberapa besarkah relevansi dari gagasan tentang tanggunjawab perorangan apabila anak-anak belasan tahun menjadi kecanduan nikotin setelah melihat orangtua, guru, dan mungkin juga dokter mereka merokok? Bagaimana mungkin anak-anak dalam abad iklan diharapkan menutup mata mereka terhadap bayang-bayangan rokok sebagai sarana kebebasan dan daya tarik seks? Bisakah nutrisi berlebihan semata-mata hanya ditimpakan pada kurangnyd kemauan kalau bayi-bayi sudah mendapatkan rnakanan berlimpah semenjak lahirnya, kalau sekolah-sekolah tak mengajarkan apa-apa tentang beroagai bahaya menu yang terlalu berlemak, dan kalau para pemimpin nasional lebih mementingkan subsidi kepada mereka yang menghasilkan mentega dan telur? Bukan hanya sebagian besar masyarakat gagal mendidik diri mereka sendiri sehubungan dengan sekian prasyarat menuju kesehatan, kebijaksanaan-kebijaksanaan pertanian, perpajakan serta program-program pemerintah lainnya semuanya mendukung gaya hidup yang justru tidak sehat.

Kita tidaklah menistakan kehidupan perorangan kalau kita menyarankan agar kebijakasanaan- kebijaksanaan sosial dan ekonomis yang merangsang kebiasaan-kebiasaan yang bersifat merusak diri sendiri harus dialihkan atau agar perkiraan barang-barang produksi yang membahayakan dikendalikan. Tiap pemerintah juga tak perlu ragu membiayai semua program serta perangsang ekonomi yang mendorong kebiasaan-kebiasaan pribadi yang menyelamatkan kehidupan. Penggalangan segenap potensi masyarakat demi kemaslahatan manusia bukanlah suatu pelanggaran atas hak-hak azasi, melainkan suatu tanggungjawab umum terhadap orang per orang.

Kalau masyarakat mempunyai tanggungjawab bersama untuk menciptakan suatu iklim yang memajukap kesehatan, apakah tiap orang pada gilirannya mempunyai suatu tanggungjawab sosial guna mencoba melindungi kesehatan mereka sendiri? Jawaban seseorang t€rhadap pertanyaan ini sangat tergantung pada pandangan-pandangan dasar seseorang mengenai tujuan-tujuan dari organisasi sosial. Namun, hingga sejauh tingkah-laku perorangan melanggar ksejahteraan orang-orang lain, masalah  tanggung jawab perorangan terhadap masyarakat boleh jadi sebagiannya bisa dikurangi hanya dengan secara mempertanyakan soal kepantasan (fairness).